Tragedi Bola Kanjuruhan: PSSI Turunkan Tim Investigasi, Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:57 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto: Instagram/mochamadiriawan84)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto: Instagram/mochamadiriawan84)

MALANG, suaramerdeka-solo.com – Pasca tragedi bola Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang menewaskan 127 orang (versi polisi), usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, membuat PSSI segera bersikap.

PSSI melarang Arema FC menjadi tuan rumah pertandingan. Larangan itu berlaku sampai Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 selesai.

Larangan sebagai reaksi tragedi Kanjuruhan itu disampaikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melalui laman resmi PSSI, Minggu 2 Oktober 2022 dinihari.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: 127 Orang Tewas pada Kerusuhan Arema vs Persebaya pada BRI Liga 1

"Tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ujar Mochamad Iriawan.

PSSI menyesalkan terjadinya kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa. PSSI sudah membentuk tim investigasi untuk mencari fakta-fakta di lapangan tentang kejadian itu.

Tim akan segera berangkat ke Malang untuk menemukan gambaran utuh mengenai kejadian itu. PSSI menegaskan dukungan kepada polisi guna menyelidiki kerusuhan itu.

Baca Juga: Liga 1 Dihentikan Sepekan Setelah Tragedi Bola Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang

"Kami berduka cita dan meminta maaf kepada korban serta semua pihak atas insiden tersebut," ujar Iriawan.

Tragedi berawal dari kekalahan Arema FC, 2-3 dari Persebaya Surabaya pada laga yang berakhir sekitar pukul 22.00 WIB Minggu (2/10).

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2022 Qatar

Rabu, 30 November 2022 | 22:13 WIB

Hujan Gol Terjadi Dilaga Kamerun vs Serbia

Senin, 28 November 2022 | 19:54 WIB

Klasemen Sementara Grup A-H Piala Dunia 2022 Qatar

Senin, 28 November 2022 | 14:05 WIB
X