Duh! Sejumlah Peternak Ayam Petelur Boyolali Kolaps

- Jumat, 10 September 2021 | 14:55 WIB
KUMPULKAN TELUR: Pekerja mengumpulkan telur di sebuah peternakan di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota.  (SMSolo/Joko Murdowo)
KUMPULKAN TELUR: Pekerja mengumpulkan telur di sebuah peternakan di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Anjloknya harga telur ayam tentu membuat warga senang.

Namun di sisi lain, para peternak ayam petelur di Boyolali menjadi was- was.

Bahkan, beberapa di antaranya sudah kolaps.

Menurut juru bicara asosiasi peternak ayam petelur Boyolali, Tukinu, anjloknya harga telur ayam sudah mulai dirasakan sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kandang Terbakar, 13 Ribu Ekor Ayam Terpanggang

Namun, dampak paling berat terjadi semasa pemberlakuan PPKM darurat oleh pemerintah pusat.

Harga telur pun berangsur turun dari Rp 20.000/kg kini tinggal Rp 15.400/kg di tingkat peternak. Disisi lain, harga pakan merangkak naik dan kini mencapai Rp 6.900/kg,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Anjloknya harga telur, lanjut dia, disebabkan menurunnya permintaan di pasaran.

Baca Juga: Nglurug, Peternak Ayam Asal Blitar Gelar Aksi di Solo

Beberapa faktor seperti PPKM, warung makan tutup maka permintaan lemah.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB

HUT ke-23, Lorin Optimistis Bertumbuh dan Berkembang

Selasa, 21 Desember 2021 | 22:07 WIB
X