Kampus Diharapkan Sumbangkan Pemikiran untuk Besarkan Ekonomi Syariah

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 09:07 WIB
Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Prof Wimboh Santoso meresmikan masjid Al-Latief milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (SMSolo/Evie K)
Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Prof Wimboh Santoso meresmikan masjid Al-Latief milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (SMSolo/Evie K)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Prof Wimboh Santoso mengemukakan, masjid di lingkungan kampus diharap tidak hanya menjadi tempat beribadah.

Namun juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk melahirkan inovasi dan pemikiran ekonomi kesyariahan.

Hal itu diungkapkan Prof. Wimboh saat meresmikan Masjid Al-Latief milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang dibangun melalui donasi dari OJK, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Baca Juga: Sekujur Tubuh Bersisik dan Kulit Pecah-Pecah, Dua Bocah di Boyolali Tak Tahan Cuaca Panas

Dia mengemukakan, pemikiran untuk membesarkan ekonomi keislaman perlu banyak dikembangkan. Sebab dari tolok ukur yang sepele saja seperti pangsa bank syariah di Indonesia hanya sembilan persen. Padahal, jika dilihat dari data demografi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Ia mendorong agar bank syariah menambah produk perbankan yang lebih inovatif lagi agar masyarakat yang membutuhkan bantuan dana dapat merasakan manfaatnya.

Guru Besar Dosen Tidak Tetap bidang Ilmu Manajemen Risiko FEB UNS juga menerangkan, sesuai dengan arah pembangunan ekonomi nasional, maka diperlukan adanya ruang untuk pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Demo Desak Dirjen PAS Dicopot di Depan Kantor Kemenkumham, Ricuh

Artinya, UMKM bisa mendapatkan pendanaan, masyarakat menjadi lebih produktif. Dengan begitu, daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan oleh industri dapat meningkat.

"Ruang ekonomi harus tambah bagus. Kita punya dana KUR Rp250 triliun. Ini channel kita agar bisa memberdayakan masyarakat supaya lebih produktif,” kata Prof. Wimboh.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB

HUT ke-23, Lorin Optimistis Bertumbuh dan Berkembang

Selasa, 21 Desember 2021 | 22:07 WIB
X