Wonogiri Minta Kuota Solar Bersubsidi Ditambah Tahun Ini

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:19 WIB
MENGISI BBM : Sejumlah kendaraan sedang mengisi BBM di SPBU Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.  (SMSolo/Khalid Yogi)
MENGISI BBM : Sejumlah kendaraan sedang mengisi BBM di SPBU Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Wonogiri meminta agar kuota solar bersubsidi ditambah, tahun ini.

Pasalnya, permintaan BBM biasanya meningkat mendekati hari raya Natal dan Tahun Baru.

Terlebih, sebagian besar daerah sudah masuk level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga mobilitas mulai dilonggarkan.

Baca Juga: Pinjol Yang Menyebabkan Ibu Rumah Tangga di Wonogiri Bunuh Diri Terungkap

Mulyanto, pengelola SPBU Pracimantoro meminta penambahan kuota BBM tidak hanya direalisasikan tahun 20222.

Namun bisa direalisasikan beberapa bulan menjelang akhir tahun ini.

"Ada pelonggaran PPKM, apalagi libur Natal dan tahun baru. Pasti konsumsi BBM akan meningkat. Mestinya ada penambahan kuota supaya tetap kondusif," katanya saat mengikuti rapat koordinasi mengenai elpiji dan BBM di Ruang Girimanik Kompleks Setda Kabupaten Wonogiri, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Polres Wonogiri Tangkap Dua Pengguna Narkoba

Hal senada diutarakan Joko Susilo, pengelola SPBU Baturetno.

Hingga Oktober ini, solar di SPBU tersebut tinggal sekitar 319.000 liter.

"Dengan asumsi sehari jual 3.500 liter, kalau menuruti kondisi seperti ini, pasti habis," katanya.

Kelangkaan solar yang terjadi beberapa hari lalu memunculkan antrean truk-truk di SPBU.

Baca Juga: Tim Kementerian ATR Audensi Penegakan Hukum Penguasaan Lahan Rawa Jombor

Para pengemudi truk tidak hanya antre untuk memenuhi kebutuhan solarnya hari itu, tetapi juga menjaga solar di kendaraan mereka tetap aman.

Sales Branch Manager 7 Pertamina Yogykarata, Hari Prasetyo mewakili Manager Communication Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih menerangkan, penambahan kuota telah diusulkan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng.

Jika usulan tersebut diakomodir BPH Migas, kuotanya nanti akan disebar ke kota/kabupaten dan SPBU-SPBU.

Baca Juga: Disetujui, Banggar DPRD Sukoharjo Beri 14 Catatan ke Pemkab Terkait KUA PPAS APBD 2022

"Yang penting kita sudah berupaya meminta tambahan dengan data dukung peningkatan trend. Usulan dari provinsi nanti di-breakdown ke kota/kabupaten dan SPBU," terangnya.

Sementara itu, kuota solar untuk Kabupaten Wonogiri tahun 2021 ini sebesar 34.180 kiloliter.

Adapun kuota solar untuk tahun 2022 diusulkan ditambah 3% menjadi 35.206 kiloliter.

Baca Juga: Kapolres Nunukan Aniaya Anggotanya Gegara Sinyal Ngadat saat Zoom Meeting

Kelangkaan solar yang terjadi beberapa hari lalu karena penurunan PPKM ke level 2 sehingga mobilisasi masyarakat agak longgar dan permintaan BBM meningkat.

Saat ini, stok BBM sudah ditambah sehingga tidak lagi terjadi antrean panjang.

"Stok Pertamina sebenarnya aman tidak ada kendala. Dari depot Boyolali sangat aman. Meskipun nanti kuotanya dinaikkan, stok BBM tetap aman," katanya.*

Halaman:
1
2
3

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB
X