Penerima Insentif Pajak Diperluas

- Jumat, 5 November 2021 | 04:44 WIB
Kakanwil DJP Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo dalam siaran pers beberapa bulan lalu di Solo. (SMSolo/dok)
Kakanwil DJP Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo dalam siaran pers beberapa bulan lalu di Solo. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Pemerintah memperluas kriteria Wajib Pajak (WP) yang berhak memanfaatkan insentif pajak untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Melalui PMK149/PMK.03/2021 tentang Perubahan Kedua atas PMK-9/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019, pemerintah menambah jumlah Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) WP penerima insentif pajak tersebut.

Penambahan jumlah KLU diberikan untuk tiga jenis insentif, yaitu insentif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25, pembebasan PPh Pasal 22 impor, dan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran PPN.

Baca Juga: Kunjungi Kafe Kopi Sawah, Dirjen PDP Kemendes Tertarik Konsep Desapolitan di Klaten

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor menjelaskan, dengan mempertimbangkan belum berakhirnya pandemi Covid-19 yang masih memengaruhi stabilitas ekonomi dan produktivitas masyarakat, perlu dilakukan penyesuaian kriteria penerima insentif pajak dan ditujukan untuk sektor yang masih membutuhkan dukungan pemerintah.

"Pemerintah terus mengamati dan mengevaluasi sektor-sektor mana yang masih lambat pemulihannya untuk diberikan dukungan dan insentif," tegasnya sembari mengatakan bahwa WP dengan kode KLU yang ditambahkan berdasarkan PMK ini, dapat memanfaatkan insentif:

Berdasarkan PMK itu, jumlah KLU bagi WP yang mendapatkan insentif pengurangan angsuran PPh Pasal 25, semula berjumlah 216 KLU menjadi 481 KLU.

Baca Juga: Ternyata Segini Gaji Perangkat Desa, Pantas Ribuan Orang Mendaftar Perangkat Desa Wonogiri

Bagi WP yang mendapatkan insentif pembebasan PPh Pasal 22 Impor, semula sebanyak 132 KLU menjadi 397 KLU.

Serta WP yang mendapatkan insentif pengembalian pendahuluan pembayaran PPN, semula 132 KLU menjadi 229 KLU.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB
X