Meski Sudah Direlaksasi, Kredit Rp 19 Miliar di BPR BKK Tasikmadu Belum Terselesaikan

- Rabu, 17 November 2021 | 15:05 WIB
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengundi hadiah utama program Undian Simpanan 2021 di kantor PT BPR BKK Tasikmadu, Rabu (17/11). (SMSolo/Irfan Salafudin)
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengundi hadiah utama program Undian Simpanan 2021 di kantor PT BPR BKK Tasikmadu, Rabu (17/11). (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) di PT BPR BKK Tasikmadu melonjak hingga 9,8 persen.

Pasalnya, nilai kredit yang belum tertagih cukup tinggi, imbas dari pandemi Covid-19.

"Masih ada Rp 19 miliar kredit yang direlaksasi dan belum terselesaikan sampai sekarang. Nilai itu akumulasi sejak awal pandemi Covid-19 sampai saat ini," kata Direktur PT BPR BKK Tasikmadu Didik Darmadi, di sela acara Undian Simpanan 2021 di kantor bank tersebut, Rabu (17/11).

Baca Juga: Faktor Keamanan, Rekontruksi Tewasnya Mahasiswa UNS Dilakukan di Mapolresta Solo

Menurutnya, kredit yang direlaksasi tersebut mayoritas dari nasabah sektor UMKM. "Nilainya bervariasi. Kecil-kecil kok. Di bawah Rp 100 juta. Bahkan ada yang Rp 5 juta. Kondisi usaha mereka terimbas pandemi, sehingga kesulitan mengangsur," jelasnya.

Upaya untuk menagih sudah dilakukan, termasuk memberi penjelasan bahwa kebijakan relaksasi atau penundaan angsuran pokok dan bunga dari pemerintah itu ada batasnya. Namun sejauh ini, belum sepenuhnya berhasil.

Baca Juga: Ambil Paksa Pajero Sport dengan Kekerasan, Empat Debt Collector Diamankan Polresta Banyumas

"Sesuai aturan, kebijakan relaksasi batas maksimalnya Maret 2023. Tapi kami berharap, persoalan ini bisa clear pada 2022 mendatang. Ada beberapa treatment yang kami upayakan, untuk membantu memulihkan kondisi usaha nasabah. Sehingga diharapkan, dengan pulihnya kondisi usaha, mereka bisa menyelesaikan kewajiban," tuturnya.

Didik tidak memungkiri, dengan masih tingginya nilai kredit yang macet, menyebabkan NPL di bank plat merah tersebut melonjak.

Baca Juga: Melalui Pendekatan Khusus, Akhirnya ODGJ di Desa Brajan, Boyolali Divaksin

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB
X