Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional di Solo Raih Rekor MURI

- Jumat, 26 November 2021 | 17:14 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengamati demo transaksi nontunai usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan smart city bersama PT BNI (Persero) Tbk di Pendapi Gede Balai Kota, Jumat (26/11/2021).  (SMSolo/dok)
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengamati demo transaksi nontunai usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan smart city bersama PT BNI (Persero) Tbk di Pendapi Gede Balai Kota, Jumat (26/11/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Digitalisasi transaksi di pasar tradisional yang dilakukan Pemkot Surakarta dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terhadap ribuan pedagang Pasar Klewer, berhasil menyabet penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

MURI mencatat rekor tersebut untuk pemrakarsa dan penyelenggara digitalisasi transaksi pasar tradisional kepada pedagang terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 1.046 Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah dipasang manajemen BNI dalam program digitalisasi tersebut.

Baca Juga: Belum Dilengkapi Aplikasi PeduliLindungi, Prokes jadi Andalan 44 Pasar Tradisional di Solo

Piagam penghargaan itu diserahkan perwakilan MURI Ari Andriani kepada Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, serta Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir, di sela-sela penandatangan nota kesepahaman (MoU) pengembangan smart city (kota pintar) di Pendapi Gede Balai Kota, Jumat (26/11/2021).

“Demi mendukung konsep smart city ini, kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang terintegrasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.

Berdasarkan data Pemkot Surakarta, saat ini sekurangnya 15 pasar dari total 44 pasar tradisional di Kota Bengawan telah menerapkan sistem transaksi digital.

Baca Juga: Pedagang dan Pengunjung Pasar Tradisional Bisa Periksa Kesehatan Gratis

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka bertekad memperluas digitalisasi tersebut ke seluruh pasar tradisional secara bertahap.

“Yang jelas kami mendorong pedagang dan pembeli pasar tradisional untuk melakukan transaksi cashless (nontunai),” tegasnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB

Bank Jateng Syariah Sukoharjo Tempati Gedung Baru

Jumat, 24 Desember 2021 | 14:50 WIB

Ekspor TPT Pan Brothers Boyolali Tembus Pasar China

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:44 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik Harga

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:19 WIB
X