Dua Bulan Tak Berjualan, SHP Los/Kios Pasar Senggol Purwosari Solo Bakal Dicabut

- Rabu, 22 Desember 2021 | 07:16 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengamati buah yang dijajakan pedagang di los Pasar Senggol Purwosari Solo, Selasa (21/12/2021).  (SMSolo/dok)
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengamati buah yang dijajakan pedagang di los Pasar Senggol Purwosari Solo, Selasa (21/12/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Pasar Senggol Purwosari Solo diresmikan penggunaannya oleh Pemkot Surakarta, Selasa (21/12/2021).

Usai diresmikan, pedagang Pasar Senggol Purwosari diberi waktu hingga dua bulan ke depan untuk mulai berjualan di los atau kios yang sudah ditentukan Pemkot.

Jika tidak, maka Pemkot tak segan mencabut surat hak penempatan (SHP) los atau kios tersebut.

Baca Juga: Tinjau Pasar Legi, Gibran: Insya Allah Januari Bisa Diresmikan

“Pedagang yang sudah mendapat SHP tapi belum aktif berjualan, kami minta segera buka. Kalau sampai dua bulan tidak ditempati, SHP-nya bisa dicabut dan dialihkan ke pemohon lain,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi.

Pencabutan SHP itu, menurut Heru, sudah berulang kali disosialisasikan kepada pedagang.

Sanksi tersebut juga tertuang dalam Perda Nomor 1/2010 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pasar Tradisional.

Baca Juga: Lahan Bekas Pasar Sapi Singkil Boyolali Bakal Disulap Jadi Pusat Wisata Religi

“Kami ingin agar pasar-pasar yang baru dibangun itu tidak sepi. Jadi aturannya berlaku di semua pasar. Sudah ada pengumuman, seharusnya pedagang sadar.”

Pembangunan ulang Pasar Senggol Purwosari didanai APBD senilai Rp 3,84 miliar.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X