Pasca Nataru, Harga Telur dan Cabai di Boyolali Mulai Turun

- Selasa, 4 Januari 2022 | 14:14 WIB
Pedagang sembako di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli di lapaknya. (SMSolo/Joko Murdowo)
Pedagang sembako di Pasar Boyolali Kota melayani pembeli di lapaknya. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pasca libur Nataru, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Boyolali berangsur turun. Utamanya harga telur ayam dan cabai.

Salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Boyolali Kota, Heri Widiyanto mengakui, harga sejumlah komoditas mulai turun. Harga telur semula mencapai Rp 31.000 - Rp 36.000 /kg kini turun menjadi Rp 26.000/kg.

“Saat nataru, saya paling tinggi jual telur Rp 31.000/kg. Karena saya ambil langsung dari peternak, jadi bisa lebih murah. Tapi kalau lewat distributor ya bisa sampai Rp 36 ribu/kg,” katanya, Selasa (4/1).

Baca Juga: Kecamatan Tangen Miliki RSUD Type D, Rencananya Dioperasikan Juni 2022

Namun, pasca Nataru harga telur turun menjadi Rp 26.000/kg sejak 2 Januari lalu. Tak hanya harga, permintaan telur juga berangsur turun. Tak hanya komoditas telur, harga cabai juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Saat Natal, lanjut dia, cabai rawit tembus Rp 100.000/kg dan turun menjadi Rp 70.000/kg jelang tahun baru. Namun, saat tahun baru, harga cabai rawit naik lagi menjadi Rp 80.000 dan bertahan sampai hari ini.

Baca Juga: Diperiksa selama 11 Jam, Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Hoaks

Penurunan harga juga terjadi pada cabai teropong dan cabai keriting. Yakni dari harga Rp 50.000/kg turun menjadi Rp 40.000/kg. Sedangkan cabai hijau besar juga turun Rp 10.000, dari harga Rp 40.000/kg menjadi Rp 30.000/kg.

“Saya bisa menjual cabai 5- 10 kg/hari.”

Sedangkan harga tomat justru naik, dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 14.000/kg. Harga minyak juga stagnan, berkisar Rp 19.000 - Rp 20.000/liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) minyak hanya Rp 13.500.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X