Transaksi Digital Diprediksi Tembus Rp 50 kuadriliun, Ini Langkah yang Disiapkan BRI

- Senin, 24 Januari 2022 | 20:33 WIB
Indra Utoyo, Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI. (SMSolo/dok)
Indra Utoyo, Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI. (SMSolo/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai transaksi digital banking bakal mencapai hampir Rp 50 kuadriliun, tepatnya Rp 49.733 triliun pada 2022.

Transaksi digital jadi pilihan lantaran konsumen cepat dan aman serta ditopang oleh semakin banyak merchant yang menyediakan metode pembayaran non-tunai.

Dalam mengantisipasi antusiasme masyarakat untuk bertransaksi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus memperkuat infrastruktur digital untuk menjamin kenyamanan dan keamanan nasabah.

Baca Juga: Dukung Ganjar Capres, Relawan Independent DGP Datangi Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Solo

Hal ini tampak dari upaya BRI menghadirkan inovasi di lanskap digital.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo mengungkapkan bahwa kecenderungan masyarakat untuk bertransaksi secara digital menjadi semangat utama dalam menciptakan layanan yang cepat, efektif, dan aman.

Upaya ini sekaligus dilakukan untuk mencapai visi BRI sebagai The Most Valuable Banking Group In South East Asia & Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025.

Baca Juga: Yusri-Georium Centre Kembangkan UMKM dan Edukasi Inovasi Kreatif

"BRI menyadari perubahan perilaku konsumen bergerak begitu cepat di era digitalisasi ini. Saat ini nasabah memerlukan layanan lengkap yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja atau sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu. Untuk itu kami terus beradaptasi dengan menghadirkan layanan yang customer centric,” ujar Indra.

Inovasi yang diciptakan dengan orientasi customer centric ini pun menuai respon positif dari nasabah. Dimana nilai dan volume transaksi digital banking bisa tumbuh 249,5% year on year (yoy) pada 2021.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X