Feybe Fince Goni Menuntut Ganti Rugi Penggunaan Hologram pada Pita Cukai Rokok 2001 - 2020

- Kamis, 3 Maret 2022 | 07:25 WIB
Sidang gugatan Feybe Fince Goni kepada PT Pura Nusa Persada di Semarang. (SMSolo/dok)
Sidang gugatan Feybe Fince Goni kepada PT Pura Nusa Persada di Semarang. (SMSolo/dok)

SEMARANG, suaramerdeka-solo.com - sidang gugatan Feybe Fince Goni kepada PT Pura Nusa Persada di Kudus terkait hologram Pita Cukai Rokok/tembakau bergulir di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang.

Feybe Fince Goni, pemegang hak ekonomi dan hak cipta Pita Cukai Rokok, mempersoalkan penggunaan hologram pada Pita Cukai Rokok secara komersial oleh PT Pura.

Saksi ahli telah dihadirkan kedua belah pihak pada 24 Februari 2022.

Baca Juga: Menaker: Pencairan Klaim JHT Kembali ke Permenaker Lama

Sementara agenda persidangan Rabu (2/3/2022) adalah pernyataan saksi ahli dari pihak tergugat.

Tergugat menghadirkan Prof M Hawin, guru besar Fakultas Hukum UGM Yogyakarta pada persidangan dengan majelis hakim yang dipimpin P Sitorus tersebut.

Hawin menuturkan, hak cipta tidak perlu didaftarkan. Pencatatan tidak melahirkan hak cipta, tapi hanya melahirkan ciptaan.

Dia menjelaskan, adaptasi merupakan pelanggaran hak cipta ketika tidak memiliki izin dari pemilik hak cipta.

Baca Juga: Sidang Permohonan Praperadilan Polres Karanganyar Berlanjut

Menurut Feybe Fince Goni selaku pemegang hak ekonomi dan hak cipta Pita Cukai Rokok, pemanfaatan hologram pada Pita Cukai Rokok secara komersial oleh PT Pura sebenarnya sudah dilakukan sejak 1995.

"Dalam perkembangannya, saya hanya meminta ganti rugi penggunaan hologram pada Pita Cukai Rokok dari 2001 sampai 2020, karena sertifikat hak cipta baru terbit pada 2001," jelas Feybe Fince Goni.*

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Alasan UMKM Perlu Segera Miliki NIB

Kamis, 16 Maret 2023 | 19:25 WIB

Jawara UMKM Wadahi 100 Pelaku UMKM Solo

Senin, 13 Maret 2023 | 20:45 WIB
X