Diduga Impor Ilegal, 4,47 Ton Ikan dari China dan Malaysia Disegel di Batam

- Minggu, 5 Juni 2022 | 16:43 WIB
Ilustrasi (SMSolo/pixabay)
Ilustrasi (SMSolo/pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Sekitar 4,47 ton ikan yang diduga merupakan impor ilegal, disegel Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Batam, Kepulauan Riau.

Rinciannya, menurut Dirjen Pengawasan dan Sumber daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, sejumlah 4,25 ton ikan markarel asal China dan 498 kg ikan bawal emas dari Malaysia.

Ikan makarel itu ditemukan di cold storage PT SLA, sementara bawal emas berada di lemari pendingin PT ATN.

Baca Juga: Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Solo dari Sukoharjo dan Boyolali

‘’Indikasinya, produk itu masuk secara ilegal, dan sudah ada yang beredar di masyarakat,’’ kata Adin dalam rilisnya di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (5/6/2022).

Dia yang memimpin langsung operasi pengawasan importasi ikan di Batam, sehari sebelumnya, menyebut kedua komoditas itu tanda dilengkapi Persetujuan Impor dan Sertifikat Kesehatan Ikan (health certificate).

Dia menegaskan, kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono antara lain mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri. Hal itu sekaligus demi menjaga stabilitas harga ikan bagi nelayan Tanah Air.

Baca Juga: Jual-Beli Telur Penyu Digagalkan, KKP Bakal Gencarkan Pengamatan Medsos

Menurutnya, praktik impor komoditas perikanan secara ilegal diperkirakan telah cukup lama terjadi.

Karena itu, KKP akan mendalami kasus tersebut, serta akan mengusut secara lebih detail.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perhorti Jateng Jajaki Desa Menawan Jadi Agrowisata

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:01 WIB
X