Perajin Patung Kayu di Gunung Kidul Kolaps, Ini yang Dilakukan Tim Pengabdian UNS

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:50 WIB
Perajin topeng kayu Sujiman perajin di Desa Putat, Patuk, Gunung Kidul menjelaskan proses pembuatan topeng kayu. Ia dan ratusan perajin terdampak pandemi. (SMSolo/Evie K)
Perajin topeng kayu Sujiman perajin di Desa Putat, Patuk, Gunung Kidul menjelaskan proses pembuatan topeng kayu. Ia dan ratusan perajin terdampak pandemi. (SMSolo/Evie K)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) sejak 2020 mendampingi usaha kecil dan menengah (UKM) di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mati suri akibat dampak pandemi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Prof Dr Okyd Paramadina Astirin mengemukakan, sejak pandemi menghantam desa sentra topeng kayu tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh Tim PPPUD untuk membantu UKM agar tetap survive di tengah sepinya penjualan produk karya seni.

Baca Juga: Nenek Penjual Mainan Ditemukan Meninggal di Halaman Gedung Bhayangkari Klaten

Tim PPUD tersebut terdiri atas Prof Dr. Slamet Subiyantoro M.Si guru besar bidang antropologi seni yang juga sebagai ketua Tim.

Adapun anggotanya meliputi Prof Dr Pujiyono (FH), Dr Kristiani (FEB) dan Dwi Maryono (FKIP). Sejak 2020 silam, INS telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 148 juta untuk kegiatan pendampingan tersebut.

Baca Juga: Artis Senior Rima Melati Tutup Usia Usai Dirawat Intensif

Upaya pertama yang dilakukan oleh Tim adalah melakukan diversitas desain topeng. Diversitas topeng bertujuan untuk meningkatkan nilai fungsi, nilai estetika dan nilai ekonomi dari produk kerajinan topeng.

Pengembangan diversitas produk tidak dapat dilakukan dengan spontan oleh karena itu tim memberikan materi pendampingan terkait proses penggalian ide pengembangan produk.

Luaran dari kegiatan ini berupa meningkatnya pengetahuan UKM dan berubahnya menuju ke memodernisasi topeng.

Baca Juga: Kasus Sapi Tergeletak di Pasar Hewan Jelok Cepogo, Ada Indikasi Mengarah PMK

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X