Pencucian Uang Makin Marak, BPR Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 15:53 WIB
Dosen Prodi Akuntansi Unisri Suharno memberikan materi dalam pelatihan di salah satu BPR.  (SMSolo/)
Dosen Prodi Akuntansi Unisri Suharno memberikan materi dalam pelatihan di salah satu BPR. (SMSolo/)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Pencucian uang dan pendanaan terorisme dengan beragam modus semakin marak di tengah masyarakat.

Berkaitan itu, lembaga keuangan, tidak terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diharap meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penghimpun dana maupun penyaluran kredit.

Demikian dosen Prodi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Suharno, saat menyampaikan materi Antipencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di hadapan 60 pegawai PT BPR Chandra Muktiartha, di Horison Hotel Yogyakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Antisipasi Modus-Modus Baru TPPU dan Pendanaan Terorisme

" Modus pencucian uang bersumber dari hasil tindak pidana, seperti korupsi, transaksi jual beli narkoba, prostitusi, sedangkan pendanaan terorisme bisa berwujud penyaluran kredit BPR kepada debitur, maupun kegiatan menyimpan dana di BPR untuk kegiatan terorisme, " ungkapnya.

Suharno, yang juga praktisi perbankan meminta agar BPR selalu mentaati APU PPT saat memproses pembukaan rekening tabungan, deposito, maupun proses pencairan kredit.

Guna mengantisipasinya, Suharno menyarankan petugas melakukan proses Customer Due Deligence (CDD) dengan benar dan teliti sejak tahapan identifikasi, verifikasi dan monitoring calon nasabah maupun debitur.

Baca Juga: Kontraktor Proyek Pembangunan Masjid Sriwedari Berharap Problem Pendanaan Segera Teratasi

Apabila calon nasabah masuk katagori Political Exposed Person (PEP) dari kalangan politisi dan pejabat, maka lakukan Ehanced Due Diligence (EDD) atau proses pendalaman untuk mengetahui latar belakang nasabah secara lebih mendalam.

Kegiatan pelatihan APU PPT berlangsung komunikatif, interaktif dan antusias, dibuka Manajer SDM BPR Chandra Muktiartha, Windaru mewakili Direksi.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyesuaian Harga BBM Tak akan Picu Resesi

Jumat, 23 September 2022 | 22:35 WIB

Duh!! Dampak BBM Naik, Harga Beras pun Ikutan Naik

Senin, 19 September 2022 | 12:48 WIB

Efisiensi, Shopee Indonesia Lepas Sejumlah Karyawan

Senin, 19 September 2022 | 11:39 WIB

BBM Naik, BLT Diharapkan Jaga Daya Beli Masyarakat

Jumat, 16 September 2022 | 12:32 WIB

Pemkab Klaten Siap Kucurkan BLT BBM Untuk Ojek dan UMKM

Selasa, 13 September 2022 | 07:42 WIB

Bank Daerah Karanganyar Raih Top GRC Award 2022

Rabu, 7 September 2022 | 19:25 WIB

Cukai Rokok Naik, Tapi Harga Tembakau Malah Anjlok

Kamis, 1 September 2022 | 14:06 WIB
X