LPEI Luncurkan Desa Devisa Klaster Udang

- Kamis, 28 Juli 2022 | 04:37 WIB
Peresmian “Desa Devisa Klaster Udang” di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (15/7).  (SMSolo/dok)
Peresmian “Desa Devisa Klaster Udang” di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (15/7). (SMSolo/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI mendukung penguatan ekosistem ekspor dari beragam potensi komoditas di Tanah Air.

Salah satunya, membentuk Desa Devisa Klaster Udang di Situbondo, Jawa Timur yang merupakan pemasok dari eksportir produk olahan udang, beberapa waktu lalu.

“Ekspor udang Indonesia merupakan salah satu komoditas unggulan dari ekspor perikanan secara keseluruhan. Porsinya mencapai 55 persen sehingga perlu kita dukung dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga: Pemerintah Hentikan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng dan Minyak Goreng Mulai 28 April

‘’Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) di wilayah Situbondo yang akan menjadi Desa Devisa Klaster Udang merupakan komitmen LPEI untuk memperkuat ekosistem ekspor,” jelas Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso pada peresmian “Desa Devisa Klaster Udang” di Situbondo dalam rilisnya.

Selain Pokdakan bisa lebih optimal sebagai pemasok, dia berharap masyarakat yang terlibat menjadi lebih sejahtera.

Berdasarkan data dari Indonesia Eximbank Institute LPEI, selama Januari-Mei 2022 ekspor udang dan olahannya mengalami peningkatan hingga 17,56 persen (YoY) atau mencapai USD 1,27 miliar dengan negara tujuan ekspor utama yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand.

Baca Juga: Ekspor Kalajengking asal Banyuwangi ke Korea Selatan Digagalkan

Desa Devisa Klaster Udang terbentuk melalui business linkage yang dilakukan LPEI kepada eksportir produk olahan udang.

Pokdakan di Wilayah Situbondo menjadi sasaran LPEI dalam memberi pendampingan dengan tujuan meningkatkan ekspor ludang vaname melalui indirect export, menciptakan ekosistem ekspor yang berkelanjutan, hingga ada kepastian hasil panen petambak.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X