Didukung BRI, Usaha Dawet Kemayu Bangkit Dari Keterpurukan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:06 WIB
 Didukung BRI, Usaha Dawet Kemayu Bangkit Dari Keterpurukan. (SMSolo/dok BRI)
Didukung BRI, Usaha Dawet Kemayu Bangkit Dari Keterpurukan. (SMSolo/dok BRI)

JAKARTA, suaramerdeka-solo.com – Siapa sangka nostalgia minuman masa kecil dapat merubah jalan hidup seseorang.

Retno Intansari tidak pernah membayangkan kesuksesannya dalam mengembangkan bisnis bermula dari minum segelas dawet yang biasa dia nikmati semasa kecil.

Intan dan suaminya Muhammad Nadzir Alimudin merupakan nasabah BRI KCP Godean, Kantor Cabang BRI Yogyakarta Cik Ditiro.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Perceraian Sule dan Nathalie Holscher

Melalui usahanya “Dawet Kemayu” mereka telah memiliki lebih dari 200 Outlet di lebih dari 30 kota di Pulau Jawa dengan omset menembus Rp 1 Miliar per bulan selama masa pandemi Covid-19.

Tidak mudah memang, perjalanan jatuh bangun telah Intan dan suami jalani selama mengembangkan usahanya. Usaha kuliner sebelumnya yaitu ayam geprek yang menjadi tren pada masanya.

Intan memanfaatkan pinjaman dari BRI untuk mengembangkan usaha ayam geprek hingga berjalan lebih dari 7 tahun hingga berkembang dengan 8 cabang dan 24 outlet waralaba.

Baca Juga: Bharada E Bisa Dilindungi PLSK, Syaratnya Jadi Justice Collaborator

Namun dunia berkata lain, euforia ayam geprek mulai turun hingga akhirnya pada tahun 2019 Intan dan suaminya terpaksa menutup beberapa cabang outlet miliknya karena pendapatanya tidak mampu lagi menanggung biaya operasional sewa dan gaji karyawan.

Namun dia juga tidak pernah tega jika harus merumahkan karyawannya saat itu.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X