Harga Telur Ayam Ras di Boyolali Melonjak, Peternak Justru Kaget

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:36 WIB
Pekerja mengumpulkan telur di kandang sebuah peternakan di Desa Winong, Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)
Pekerja mengumpulkan telur di kandang sebuah peternakan di Desa Winong, Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Harga telur ayam ras belakangan ini melambung tinggi. Di Boyolali, harga telur bahkan tembus hingga Rp 30 ribu per kg.

“Ya, kenaikan harga telur ayam saat ini sebenarnya aneh,” ujar Tukinu, Pengurus Paguyuban Peternak Ayam Petelur Boyolali, Kamis (18/8/2022).

Pasalnya, saat ini masih bulan Suro. Di mana tak banyak masyarakat yang menggelar hajatan. Karena permintaan sedikit menjadikan harga telur ayam rendah. Ternyata harga telur malah naik drastis.

Baca Juga: Awal Puasa, Harga Daging Ayam Naik, Minyak Goreng Curah Masih Kosong

Dia menduga, naiknya harga telur ayam ini disebabkan adanya program keluarga harapan (PKH) yang digulirkan pemerintah. Sehingga mendorong pihak- pihak terkait melakukan persiapan dengan menyetok telur dalam jumlah banyak.

Belum lagi, populasi ayam petelur juga berkurang cukup banyak akibat badai pandemi Covid-19, dua tahun terakhir. Saat itu, harga telur ayam ras merosot drastis. Akibatnya, banyak peternak harus nombok biaya pakan sehari- hari.

Harga telur saat itu hanya berkisar Rp 14 ribu – Rp 15 ribu per kg. Padahal, peternak baru bisa Break Event Poin (BEP) atau impas jika harga telur per kilogramnya itu Rp 21.600. Praktis, peternak mengalami kerugian Rp 5 ribu per kg per hari.

Baca Juga: Jelang Puasa, Harga Daging Ayam Merambat Naik

“Banyak peternak yang kemudian mengurangi populasinya. Bahkan ada yang sampai gulung tikar dan mengosongkan kandangnya. Di Winong, Boyolali Kota, populasi ayam berkurang dalam kisaran 30-40 persen,” ungkap Tukinu.

Apalagi, rendahnya harga telur ayam saat itu berlangsung cukup lama, hampir 1 tahun. Tukinu yang memiliki ayam petelur 5.000 ekor juga mengaku menderita kerugian besar. Jika dihitung, kerugian yang dialami mencapai Rp 240-an juta.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB

UMKM di Solo Tumbuh Pesat Sepanjang 2022

Jumat, 30 Desember 2022 | 12:30 WIB
X