Cukai Rokok Naik, Tapi Harga Tembakau Malah Anjlok

- Kamis, 1 September 2022 | 14:06 WIB
Petani menjemur tembakau rajangan di areal parkir Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Petani menjemur tembakau rajangan di areal parkir Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

Tapi petani tidak kesulitan menjual tembakau hasil panen. Lantaran ada program kemitraan dengan perusahaan rokok. Sehingga petani menjadi pemasok tetap setiap tahun. Selain itu, petani juga akan menerima manfaat dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Baca Juga: Tetap Waspada PMK, Vaksinasi di Boyolali Ternak Jalan Terus

Kondisi serupa diungkapkan Semi, petani tembakau asal Desa Tarubatang, Selo. Dia menanam tembakau sejak April lalu di sepetak lahan miliknya. Sebagian lagi ditanami tomat. Untuk tembakau sudah mulai panen.

“Sembari menunggu panen tembakau hampir setengah tahun, saya bisa penen tomat secara berkala. Lumayan buat mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB

UMKM di Solo Tumbuh Pesat Sepanjang 2022

Jumat, 30 Desember 2022 | 12:30 WIB
X