Harga Cabai Keriting di Boyolali Kian Naik. Dampak Kenaikan Harga BBM?

- Senin, 5 September 2022 | 16:29 WIB
Seorang pedagang menimbang cabai pesanan pembeli di lapak miliknya di Pasar Boyolali Kota.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Seorang pedagang menimbang cabai pesanan pembeli di lapak miliknya di Pasar Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Kenaikan harga BBM, sepertinya turut mengerek harga sejumlah komoditas sayuran di pasar-pasar tradisional Boyolali. Sedangkan harga telur, justru turun.

Tri Heri, pedagang sayuran di Pasar Boyolali Kota menjelaskan, kenaikan cukup tinggi terjadi pada komoditas cabai, utamanya cabai keriting.

Meski sebenarnya, kenaikan terjadi sejak sebelum kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Bulan Suro, Harga Cabai Mulai Turun

“Sebelum BBM naik, harga cabai keriting memang sudah naik bertahap. Sampai sekarang BBM naik, harganya tambah naik lagi,” katanya, Senin (5/9/2022).

Menurut Tri Heri, cabai merah keriting dari sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram, saat ini menyentuh Rp 80 ribu/kg. Kemudian cabai rawit merah atau sret dari semula Rp 40 ribu/kg kini menjadi Rp 55 ribu/kg.

“Cabai teropong masih bertahan pada Rp 70 ribu/kg.”

Baca Juga: Duh, Meski Harga Cabai Tinggi, Petani Tetap Terpuruk. Mengapa?

Sedangkan untuk sayuran, ada yang harganya naik dan ada yang turun. Tomat dan kobis, harganya anjlok. Harga tomat dari semula Rp 15 ribu/kg kini tinggal Rp 6.000/kg. Kemudian harga kobis saat ini Rp 7.000/kg dan wortel masih Rp 14 ribu/kg.

“Harga mentimun juga naik, dari Rp 5.000/kg, sekarang Rp 10 ribu/kg,” tuturnya.

Kenaikan harga saat ini mengikuti harga sebelum BBM naik.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X