Pantauan Pasar, DKP Boyolali Dapati Harga Komoditas Pangan Merangkak Naik

- Rabu, 7 September 2022 | 16:20 WIB
Pedagang telur dan sembako melayani pembeli di lapaknya di Pasar Kota Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Pedagang telur dan sembako melayani pembeli di lapaknya di Pasar Kota Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Seiring kenaikan harga BBM, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali melakukan pemantauan harga pangan. Hasilnya, harga beberapa komoditas pangan merangkak naik.

Menurut Kepala DKP Boyolali, Joko Suhartono, pemantauan dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga pangan.

Sasarannya di sejumlah pasar tradisional di seluruh Boyolali. Pihaknya juga mengecek ketersediaan telur langsung di tingkat peternak.

Baca Juga: Harga Cabai Keriting di Boyolali Kian Naik. Dampak Kenaikan Harga BBM?

Monitoring ini bertujuan untuk mengecek harga bahan pangan di pasar. Selain itu, memastikan ketersediaan bahan pokok. Hasilnya, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan. Seperti cabai merah keriting dan rawit, bawang merah, dan komoditas lainnya.

“Betul, kami sudah melakukan monitoring harga pangan di pasar tradisional dan juga perternakan secara langsung. Ada beberapa jenis pangan yang mengalami kenaikan harga,” ujar Joko, Rabu (7/9/2022).

Cabai merah keriting naik cukup tinggi. Yakni dari harga Rp 50 ribu/ kilogram kini tembus Rp 65 ribu/kilogram, cabai rawit merah dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu/kilogram.

Baca Juga: Di Boyolali, Harga Telur Terus Melambung

Lalu bawang merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu/kilogram. “Sedangkan bawang putih naik menjadi Rp 25 ribu/kilogram,” ungkap Joko.

Namun, harga bahan pokok lainnya masih cenderung stabil. Seperti harga beras berkisar Rp 10 ribu-Rp 12 ribu/kilogram. Kemudian daging ayam Rp 32 ribu/kilogram, daging sapi Rp 110 ribu/kilogram.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X