Permintaan Baju Hazmat Meningkat, Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

- Jumat, 23 Juli 2021 | 14:53 WIB
SIBUK: Sejumlah pekerja menjahit baju APD untuk penanganan Covid-19 di pabrik garmen di Kecamatan Sambi, Boyolali.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)
SIBUK: Sejumlah pekerja menjahit baju APD untuk penanganan Covid-19 di pabrik garmen di Kecamatan Sambi, Boyolali.(SMSolo/Joko Murdowo) (Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir, dibarengi peningkatan permintaan Alat Pelindung Diri (APD) atau baju hazmat.

Sejak Juni lalu, permintaan baju hazmat naik sampai 50 persen.

Menurut pemilik Gracia Garment Banyudono Yuli TB, pesanan baju hazmat memang naik turun selaras dengan angka paparan Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar. Sebanyak 819 Siswa SMPN 1 Boyolali Divaksin Covid-19

Pada awal tahun, pesanan baju hazmat sempat melandai dan kembali naik pada Juni lalu sampai sekarang.

Bahkan dia sampai menolak beberapa pesanan karena tidak mampu memproduksi lebih banyak lagi.

Kenaikan pesanan terutama dirasakan sejak Juli ini.

Baca Juga: Varian Delta Dipastikan Sudah Masuk Sukoharjo. UGM Telah Mengirimkan Hasil Penelitian Sampel

“Saya hanya bisa memproduksi sekitar 1.200 baju setiap hari di tiga pabrik garmen. Sedangkan total karyawan saya hanya 60 orang. Jadi saya sering menolak pesanan karena menyesuaikan kemampuan karyawan,” ungkapnya saat ditemui di pabrik garmen miliknya di Sambi, Boyolali, Jumat (23/7/2021).

Pabrik miliknya biasa memproduksi 1.200 baju hazmat/hari.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Duh! Sejumlah Peternak Ayam Petelur Boyolali Kolaps

Jumat, 10 September 2021 | 14:55 WIB

Harga Cabai Merosot Terus, Petani Boyolali Pasrah

Rabu, 8 September 2021 | 12:02 WIB

Petani Tembakau Klaten Berharap Asuransi dari DBHCT

Kamis, 2 September 2021 | 12:35 WIB

Kanwil DJP Jateng II Selenggarakan Pajak Bertutur

Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:56 WIB
X