Pemkab Klaten Siap Kucurkan BLT BBM Untuk Ojek dan UMKM

- Selasa, 13 September 2022 | 07:42 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani (SMSolo/Merawati Sunantri)
Bupati Klaten Sri Mulyani (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pemkab Klaten akan memberikan Bantuan Tunai Langsung Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) bagi masyarakat yang belum mendapat BLT BBM dari Pusat. Salah satu sasarannya adalah tukang ojek dan UMKM.

Saat ini, Pemkab Klaten sudah mengalokasikan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada Perubahan APBD 2022. Dana itu akan digunakan sebagai dana cadangan mengatasi inflasi sebagai dampak kenaikan harga BBM.

‘’Kami sudah meminta OPD terkait untuk menyisir warga yang belum mendapatkan BLT BBM dari pusat dan yang memenuhi syarat sebagai penerima BLT BBM, nanti akan diberikan BLT BBM dari Pemkab Klaten,’’ kata Bupati Sri Mulyani.

Baca Juga: Siap-siap! Mulai Hari Ini, 120.295 Warga Klaten Terima BLT BBM

Besaran dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mengatasi dampak inflasi dari Perubahan APBD 2022 mencapai kisaran Rp 10 miliar. Saat ini, Raperda Perubahan APBD 2022 sudah disetujui DPRD Klaten, namun masih menunggu evaluasi Gubernur Jawa Tengah.

‘’Calon penerimanya akan disisir dulu, siapa saja warga yang memenuhi syarat sebagai penerima, namun yang belum dapat BLT BBM dari Kemensos. Jadi berproses dulu, jangan sampai tumpeng tindih, biar merata,’’ ujar Bupati.

Di antara warga terdampak kenaikan harga BBM adalah tukang ojek baik ojek online maupun ojek pangkalan, sopir dan UMKM. Tampaknya, saat ini, mereka belum terjangkau BLT BBM dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Total 63.225 Keluarga di Boyolali Terima BLT BBM

‘’Mungkin nanti sasarannya tukang ojek karena mereka belum dapat. Tapi sepertinya, jumlah tukang ojel tidak begitu banyak. UMKM yang belum dapat, nanti akan didata dulu, jangan sampai ada yang terima dobel,’’ ujar dia.

Bantuan BLT BBM itu akan diberikan dalam bentuk uang, seperti BLT BBM dari Kemensos. Besarannya pun juga disamakan dengan BLT BBM dari pemerintah pusat, yakni Rp 150.000 perbulan selama 4 bulan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X