Diterjang Dampak Pandemi Covid-19, Penjual Dawet TMII Pilih Jualan di Jimbung Klaten

- Senin, 26 Juli 2021 | 19:25 WIB
Penjual dawet Eko Susanto. (SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)
Penjual dawet Eko Susanto. (SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Bila hendak menuju ke obyek wisata Rawa Jombor, di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, maka di tepi Jalan Raya Jimbung, Kecamatan Kalikotes, ada penjual dawet menawarkan dagangannya di bawah pohon rindang.

Minuman pelepas dahaga itu sungguh segar apabila dinikmati di bawah pohon rindang dengan semilir angin yang sejuk.

Es dengan cendol berwarna hijau kenyal dipadu dengan butiran sagu mutiara dan sirup gula merah, menjadi lebih nikmat karena ada tape singkong di dalamnya.

Baca Juga: Klewer dan Pasar-Pasar Nonesensial Solo Boleh Kembali Beroperasi

Harganya juga terjangkau, hanya Rp 5.000, bisa diminum di tempat dan disediakan kemasan plastik bila dibawa pulang.

Dawet ijo itu ditawarkan Eko Susanto (45) warga Dukuh Winong, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten yang selama ini meninggalkan kampung halaman demi mencari nafkah di ibukota, Jakarta.

Pria itu semula berjualan dawet di objek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, yang selalu ramai wisatawan dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Pelaku Usaha Wisata Karanganyar Berharap Kelonggaran

Keuntungan yang didapat dikumpulkan untuk keluarga di kampung.

Namun sejak diterjang pandemi Covid-19, Maret 2020 silam, niatnya mengumpulkan rupiah menjadi terhambat.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Harga Sembako di Pasar Legi Solo Belum Stabil

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:13 WIB

Kakorbinmas Polri Bidik Usaha Peternakan di Solo

Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:48 WIB

Potensi Pasar Luas, Grand HAP Hotel Fokus ke MICE

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:10 WIB
X