Dilatih Berkreasi, Pipa Paralon dan Ember Bekas Disulap Jadi Lampu Hias

- Minggu, 18 September 2022 | 16:12 WIB
Pemuda Lingkungan Sambitileng RT 2 RW 7 Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Wonogiri memperlihatkan lampu hias berbahan pipa paralon.  (SMSolo/Khalid Yogi)
Pemuda Lingkungan Sambitileng RT 2 RW 7 Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Wonogiri memperlihatkan lampu hias berbahan pipa paralon. (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Para pemuda dari Lingkungan Sambitileng RT 2 RW 7 Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Wonogiri mendapatkan pelatihan membuat lampu hias berbahan pipa paralon dan ember bekas.

Pelatihan diselenggarakan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) yang menjalankan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik di lingkungan tersebut.

Mereka dilatih membuat aksesori ruangan berupa lampu hias berbahan barang bekas. Bahan-bahannya mudah didapat, seperti potongan pipa paralon dan ember bekas. Cara membuatnya pun sangat mudah.

Baca Juga: Pemkab Magetan Gandeng UNS Solo Terkait Kerajinan Kulit

Pipa-pipa paralon dipotong dengan ukuran sesuai selera, berkisar 20-30 sentimeter. Selanjutnya, pipa dilubangi dengan motif-motif sederhana hingga ukiran-ukiran kaligrafi.

Setelah itu, bagian dalam paralon yang telah dilubangi dan diukir tersebut diberi selubung berupa mika semitransparan.

Tahap berikutnya, bagian dalam paralon diberi lampu dengan warna sesuai selera. Jadilah lampu hias yang cantik untuk aksesori ruangan.

Mentor pelatihan, Muhammad Qodri mengatakan, proses pembuatan satu unit lampu hias rata-rata memakan waktu tiga jam.

Baca Juga: UMKM Binaan BRI Makin Berkembang. Kelompok Usaha Ini Sulap Daun Pandan Jadi Kerajinan

Pipa paralon dan ember bekas yang semula tidak bernilai dapat disulap menjadi lampu hias bernilai ekonomi tinggi. Harganya bisa menyentuh Rp 100.000 per buah.

"Kami memberikan pelatihan dan pengarahan pembuatan lampu hias yang memiliki potensi nilai jual. Pesertanya adalah pelajar usia SMP dan SMA di Lingkungan Sambitileng," kata Qodri yang merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X