Penyesuaian Harga BBM Tak akan Picu Resesi

- Jumat, 23 September 2022 | 22:35 WIB
Pergantian harga BBM di papan harga di salah satu SPBU, setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. (SMSolo/dok)
Pergantian harga BBM di papan harga di salah satu SPBU, setelah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, dinilai sejumlah pengamat sangat wajar, serta tidak akan menimbulkan resesi perekonomian Indonesia.

Pengamat isu-isu strategis, Prof Imron Cotan mengemukakan, kebijakan penyesuaian harga BBM dari pemerintah merupakan hal yang sangat wajar dan masuk akal.

Pasalnya, keputusan tersebut diambil menyesuaikan kondisi geopolitik global yang tidak stabil, lantaran konflik Rusia dan Ukraina yang belum berakhir.

Baca Juga: Geruduk Gedung DPRD, Ratusan Buruh Karanganyar Tuntut Batalkan Kenaikan Harga BBM

Dengan seluruh ketidakstabilan yang terjadi, Imron Cotan menilai penyesuaian harga BBM yang dilakukan pemerintah punya alasan kuat.

"Penyesuaian harga BBM wajar dilakukan berbagai negara di dunia, sejalan dengan tantangan ekonomi yang mereka hadapi," katanya.

Upaya pemerintah menyesuaikan harga BBM juga dilakukan agar bisa mempertahankan kekuatan APBN yang sudah jebol akibat subsidi BBM yang selama ini banyak terbuang.

Baca Juga: Duh!! Dampak BBM Naik, Harga Beras pun Ikutan Naik

Namun untuk mempertahankan kekuatan fiskal nasional dan menjaga daya beli masyarakat, serta agar inflasi tidak terlalu tinggi melonjak, pemerintah bijak dengan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Hal senada dikatakan Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X