Utak-utik Ukuran. Pengrajin Tahu dan Tempe Boyolali Menjerit, Harga Kedelai Terus Naik

- Senin, 26 September 2022 | 15:09 WIB
Subandi, pengrajin tahu-tempe Boyolali menata tempe sebelum dipotong-potong untuk dijual.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Subandi, pengrajin tahu-tempe Boyolali menata tempe sebelum dipotong-potong untuk dijual. (SMSolo/Joko Murdowo)

 

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pengrajin tahu dan tempe di Boyolali menjerit dan kebingungan dengan harga kedelai yang terus naik. Mereka pun mengutak atik ukuran tahu dan tempe agar tidak merugi.

Harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu mengalami kenaikan harga, sejak 10 hari terakhir. Rata-rata kenaikan berkisar Rp 100 hingga Rp 200 rupiah/kg/hari.

Saat ini harga kedelai berada di kisaran Rp 12.850/kg. Mereka mengandalkan kedelai impor untuk bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

Baca Juga: Harga Kedelai Meroket, Ukuran Tahu Tempe Terus Menyusut

Biasanya, mereka kulakan pada distributor langsung untuk mendapatkan harga lebih murah.

Subandi, pengrajin tempe di Dukuh Bantulan Desa Jembungan Kecamatan Banyudono, mengalaminya.

Dampak kenaikan kedelai membuatnya pusing menentukan ukuran tempe yang dibuat. Bahkan sejak 3 bulan terakhir dirinya sudah beberapa kali mengubah ukuran tempe menjadi lebih kecil.

“Normalnya, ukuran tempe 27 centimeter dengan harga jual Rp 5.000 rupiah per potong,” katanya, Senin (26/9).

Baca Juga: Genjot Produksi, 1.920 Hektare Lahan di Klaten akan Ditanami Kedelai

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X