Perajin Kulit Ikan Pari di Boyolali Menggeliat Lagi. Iriana Jokowi Pernah Pesan Tas di Sini

- Kamis, 29 September 2022 | 10:55 WIB
Wawan menata sejumlah kerajinan kulit ikan pari seperti aneka tas, dompet hingga gantungan kunci. (SMSolo/Joko Murdowo)
Wawan menata sejumlah kerajinan kulit ikan pari seperti aneka tas, dompet hingga gantungan kunci. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pasca pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi masyarakat pun mulai menggeliat. Termasuk sektor UMKM seperti usaha kerajinan tas ikan pari di Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

“Alhamdulillah, kini pesanan mulai berdatangan lagi,” ujar Wawan Purnomo, pemilik kerajinan kulit ikan pari, Kamis (29/9).

Kini ada lima pekerja di tempatnya. Yaitu, tiga pekerja tetap dan dua pekerja tambahan. Keduanya adalah mahasiswa ISI yang sebelumnya magang kerja di tempat tersebut. Mereka khusus mengerjakan lukisan tas.

Baca Juga: Utak-utik Ukuran. Pengrajin Tahu dan Tempe Boyolali Menjerit, Harga Kedelai Terus Naik

“Tas dengan lukisan yang ternyata disukai pembeli,” tuturnya.

Selain penjualan langsung di tempat, juga ada beberapa pembeli asal Bali. Seiring kondisi pariwisata Bali yang pulih, maka pesanan kerajinan kulit ikan pari pun mulai berdatangan.

“Seperti pesanan tas, dompet, tempat lipstick hingga gantungan kunci dan ikat pinggang dengan harga ratusan ribu hingga jutaan.”

Wawan Purnomo juga menjual kerajinan ke Dubai melalui tetangga yang bekerja di sana.

Baca Juga: Pemkab Magetan Gandeng UNS Solo Terkait Kerajinan Kulit

“Ada tetangga yang bekerja sebagai perawat di Dubai. Setiap dia pulang, maka dia juga membeli tas, dompet dan hasil kerajinan untuk dijual lagi di Dubai. Peminatnya cukup banyak.”

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X