Gerakan Tanam Pisang Cavendish di Musuk: Peningkatan Pajak, Ekonomi, Gizi di Lereng Merapi

- Kamis, 10 November 2022 | 05:36 WIB
Camat Musuk, Boyolali, Khusnul Hadi.   (SMSolo/dok)
Camat Musuk, Boyolali, Khusnul Hadi. (SMSolo/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Inovasi dalam program kreatif dicetuskan Camat Musuk, Boyolali, Khusnul Hadi.

Program itu bernama Gerakan Tanam Pisang untuk Peningkatan Pajak (Geram Pijak). Tahap awal, gerakan tersebut mencakup empat desa di Lereng Merapi.

“Ada empat desa yang menerima bantuan bibit pisang cavendish untuk mendukung Geram Pijak. Yakni Desa Sukorame, Pusporenggo, Musuk dan Sukorejo. Total bantuan sebanyak 1.203 batang yang dibagikan kepada 401 KK, setiap KK menerima 3 batang bibit pisang cavendish.

Baca Juga: Di Desa Kopen Boyolali, Ada Pisang Unik Panjang Tandan Mencapai 2 Meter Buahnya Ribuan

“Program ini menelan anggaran sekitar Rp 18.500.000 yang berasal dari Baznas Kabupaten Boyolali,” katanya, Rabu (9/11).

Dia menjelaskan, jika bibit tersebut ditanam pada bulan November ini di Lereng Merapi, maka sekitar tiga hingga empat bulan berikutnya sudah mulai tumbuh tunas baru.

Sedang induknya saat usia tanam memasuki delapan bulan, maka buahnya sudah bisa dipanen. Panen raya diperkirakan terjadi pada bulan Juli tahun depan.

Baca Juga: Kreatif. Pemdes Cermo Boyolali Sulap Lahan Menganggur jadi Kebun Pisang

Dia menambahkan, program Geram Pijak sangat cocok dilaksanakan di wilayah Kecamatan Musuk.

Alasannya, mayoritas warga bekerja sebagai petani. Selain itu, cara tanam bibit pisang Cavendish juga mudah, bahkan bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah.

“Diharapkan gerakan tanam pisang ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung,” tutur Khusnul Hadi.

Menurut Khusnul, ada tiga hal yang ingin dicapai dalam program tersebut. Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Aneh, Pohon Pisang di pinggir Waduk Bade Boyolali Berbuah Tiga Tandan

Kedua, meningkatkan konsumsi buah dan terpenuhinya gizi sehingga dapat mengurangi potensi stunting. Ketiga, hasil panen pisang Cavendish dapat digunakan untuk membayar pajak.

“Ini mengingat prosentasi kewajiban membayar pajak di beberapa desa di Musuk masih rendah. Dengan Gemar Pijak ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat agar pendapatannya meningkat,” ujarnya.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB
X