Peringatan! Investasi Bodong dan Pinjol Masih Marak, OJK Blokir 4 Ribu Platform

- Rabu, 16 November 2022 | 15:55 WIB
Kepala OJK Surakarta, Eko Yunianto.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Kepala OJK Surakarta, Eko Yunianto. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta mengirim peringatan kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Saat ini, hanya ada 102 pinjol legal.

“Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memblokir lebih dari empat ribu platform pinjol ilegal,” ujar Kepala OJK Surakarta, Eko Yunianto di Gedung Cendana, Boyolali, Rabu (16/11).

Di memperingatkan, investasi bodong hingga pinjaman oline ilegal masih marak. Ada yang melaporkan langsung ke kantor OJK atau pengaduan daring. Ada juga korban yang melapor ke pihak berwajib karena menerima intimidasi.

Baca Juga: Saldo di Rekening Tiba-tiba Bertambah? Hati-hati Bisa-bisa Transferan dari Pinjol Lho

Karena itu, pihaknya menekankan upaya preventif dengan cara mengedukasi masyarakat. Dalam menerima tawaran investasi dan pinjol harus memperhatikan legal dan logisnya. Dia meminta masyarakat waspada.

Jangan sampai masyarakat tergiur dengan imbal balik yang tinggi.

“Tidak mungkin ada keuntungan besar yang tidak ada risikonya. Itu pasti tidak ada. Nah, itu saja dipahami. Untuk mengetahui legalnya bisa dicek melalui call center kami. Cukup mudah, sebenarnya,” tutur dia.

Baca Juga: Polri Giat Berantas Pinjol Ilegal, Litigasi dan Restorative Justice Jadi Solusi

OJK juga menerima beberapa aduan terkait investasi bodong.

“Namun, aduan langsung ke kantor OJK relatif sedikit. Tidak sampai belasan kasus yang terlaporkan. Sebab, jika ada masyarakat yang mengalami intimidasi pinjol bisa melapor ke pihak berwajib.”

Pihaknya turut menyinggung kasus ratusan mahasiswa di Bogor yang terjerat pinjol. Modusnya, mahasiswa ditarik perusahaan pinjol untuk menjadi investor, tapi sumber dana berasal dari pinjol.

Modus-modus tersebut harus diwaspadai sehingga tidak terkecoh iming-ming laba besar tanpa risiko.**

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB

UMKM di Solo Tumbuh Pesat Sepanjang 2022

Jumat, 30 Desember 2022 | 12:30 WIB
X