Perluas Jangkauan, Perajin Batik Perlu Optimalkan Pemasaran Digital

- Jumat, 18 November 2022 | 07:50 WIB
Pameran produk ekonomi kreatif fesyen batik di Hotel Harris Solo, Kamis (17/11/2022) malam.  (SMSolo/Agustinus Ariawan )
Pameran produk ekonomi kreatif fesyen batik di Hotel Harris Solo, Kamis (17/11/2022) malam. (SMSolo/Agustinus Ariawan )

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Para perajin batik perlu mengoptimalkan pemasaran digital, guna mendongkrak penjualan produk mereka.

Digitalisasi marketing itu juga diharapkan mampu menekan harga jual produk batik sebelum sampai di tangan konsumen.

“Selama ini pemasaran batik baru mengandalkan pembeli yang datang berkunjung. Ke depan, kami berharap perajin lebih aktif memasarkan ke konsumen melalui digitalisasi marketing.

Baca Juga: BRI Klaten Bantu Sarana dan Pemasaran Digital Perajin Batik Kebon Indah

''Dengan kemampuan digital marketing, diharapkan jangkauan pasarnya semakin luas,” terang Plh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin, usai penutupan Peningkatan Kapasitas Usaha Ekraf Fesyen di Kawasan Pariwisata Borobudur, yang digelar di Hotel Harris pada Kamis (17/11/2022) malam.

Agustin mengakui, saat ini produk batik asal Solo Raya sudah menyebar ke berbagai daerah.

“Bahkan sudah masuk ke Jakarta, tapi tidak secara langsung. Kami berharap mulai sekarang perajin bisa langsung menggaet konsumen mereka sendiri, sehingga rantai penjualannya bisa diperpendek dan biaya bisa ditekan.”

Baca Juga: Fashion Show Batik di Bandara Adi Soemarmo, Kenapa Tidak?

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini menjelaskan, inovasi industri batik juga bisa dikembangkan menjadi atraksi pariwisata.

“Jadi tidak hanya produk batik yang dipasarkan secara digital, tapi juga bagaimana membuat orang tertarik datang ke sana. Atraksi yang menarik ini sejalan dengan tujuan pariwisata berkualitas dan length of stay yang menjadi target kami,” tegas Oneng.

Peningkatan kapasitas usaha ekonomi kreatif fesyen itu sudah digelar selama 105 hari di Girilayu Karanganyar serta Sangiran Sragen.

Selama menjalani pelatihan, sebanyak 57 peserta mendapat materi terkait desain, produk, sampai pemasaran batik.**

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB
X