Belajar Potensi Ekraf, Peserta Diajak Kunjungi Batik Giriarum di Girilayu

- Sabtu, 19 November 2022 | 07:47 WIB
Kunjungan peserta kegiatan penungkatan kapasitas usaha ekonomi fesyen di Kawasan Wisata Borobudur di Rumah Batik Giriarum, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Jumat (18/11). ( SMSolo/Irfan Salafudin)
Kunjungan peserta kegiatan penungkatan kapasitas usaha ekonomi fesyen di Kawasan Wisata Borobudur di Rumah Batik Giriarum, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Jumat (18/11). ( SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 57 orang peserta kegiatan peningkatan kapasitas usaha ekonomi kreatif (ekraf) fesyen di Kawasan Pariwisata Borobudur, diajak berkunjung ke Rumah Batik Giriarum di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jumat (18/11).

Mereka diajak untuk melihat potensi ekraf yang ada, yang bisa dikembangkan menjadi potensi wisata unggulan.

Sebelumnya, peserta yang berasal dari Sragen dan Karanganyar mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di Solo, yang dilakukan antara Juni-November dan telah ditutup pada Kamis (17/11).

Baca Juga: Tim Pengabdian LPPM UNS Kembangkan Program Desa Wisata Girilayu

Materi pelatihan meliputi desain motif batik, pelatihan produksi purwarupa, pelatihan bisnis, pemasaran, pelatihan foto produk dan branding, serta pendampingan digital marketing.

Plh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin mengatakan, peserta diajak trip untuk melihat potensi langsung dari ekraf di Desa Girilayu.

"Tinjauan ini diharapkan dapat menyakinkan para ritel modern akan keberadaan brand Batik Arga Praga, yang merupakan kumpulan brand dari pelatihan yang telah sukses dilakukan. Mereka juga kami ajak berkunjung ke Kelompok Batik Mekarjaya dan Kelompok Batik Soka Prada di Sragen," katanya.

Baca Juga: Senam Ber-outfit Batik dan Bolu Batik, Cara Unik Ramada Merayakan Hari Batik Nasional

Dikatakannya, ekraf sangat penting di sektor pariwisata. Sebab ada perubahan tren, di mana wisatawan saat berkunjung tidak hanya sekadar ke destinasi wisata, tapi juag mencari ciri khas dari destinasi yang dikunjungi.

"Ekraf bisa menjadi penyangga utama dari pariwisata. Orang datang tidak sekadar berwisata, tapi juga berbelanja. Ekonomi jadi hidup," ujarnya.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Rustam Effendi menambahkan, sinergitas antarsektor pemerintahan penting dilakukan untuk pengembangan pariwisata.

"Karena ini bukan kompetisi, tapi bagaimana maju bersama menyejahterakan semua," ujarnya.**

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Rumahan, Raup Cuan dari Olahan Singkong Beku

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:33 WIB

Harga Beras di Klaten Naik Hingga Rp 2.000/Kg

Minggu, 8 Januari 2023 | 07:15 WIB

Ekonomi Digital Diyakini Kian Berkembang

Minggu, 1 Januari 2023 | 20:42 WIB
X