Nataru Makin Dekat, Harga Bahan Pokok di Boyolali Terus Melabung

- Selasa, 20 Desember 2022 | 15:15 WIB
Seorang pedagang bahan pokok menunggu pembeli di lapak miliknya di Pasar Boyolali Kota.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Seorang pedagang bahan pokok menunggu pembeli di lapak miliknya di Pasar Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Semakin dekat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bahan kebutuhan pokok pun terus melambung di Boyolali. Apalagi, saat ini bersamaan dengan momentum libur panjang anak sekolah.

Seperti terpantau di Pasar Boyolali Kota, Selasa (20/12). Menurut Joko Purwanto, salah satu pedagang beras dan kebutuhan pangan, kenaikan beras mulai terasa sejak akhir November lalu. Normalnya, harga beras berkisar Rp 9 - Rp 11 ribu/kg, kini naik jadi Rp 11 - Rp 13 ribu/kg.

“Ini potensi naik terus. Bahkan sekarang ini penggilingan sudah cari gabah,” katanya.

Baca Juga: Amankan Perayaan Nataru, Polres Boyolali Siapkan 311 Personel

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lainnya. Seperti minyak goreng kemasan subsidi, satu karton isi 12 biji biasanya seharga Rp 150 ribu. Saat ini naik menjadi Rp 162 ribu/karton.

Padahal, harga jual minyak perbiji kemasan 1 kilogram tetap Rp 14 ribu. Sehingga keuntungan menipis.

“Kalau migor curah itu malah lebih mahal,” tutur Joko.

Hal senada juga diungkapkan pedagang kebutuhan dapur lainnya, Heri Widiyanto.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pasokan Sembako di Boyolali Dijamin Cukup

Disebutkan, kenaikan harga beras terjadi sejak dua minggu terakhir secara bertahap. Sekali naik bisa mencapai Rp 2 ribu/kemasan lima kilogram.

Selain beras dan migor, harga tomat juga ikutan naik. Tomat kualitas super Rp 22 ribu/kg. Sedangkan ukuran kecil Rp 17 ribu/kg. Harga bawang merah juga naik bertahap menjadi Rp 38 ribu dari harga sebelumnya Rp 35 ribu/kg.

Bawang putih stabil diharga Rp 26 ribu/kg. Harga migor subsidi berkisar Rp 14 - Rp 17 ribu/liter. Gula pasir stabil diangka Rp 14 ribu/kg.

Baca Juga: Libur Nataru, Penumpang Bandara Adi Soemarmo Diprediksi Meningkat 45 Persen

Sedangkan harga cabai cenderung fluktuatif, berkisar Rp 45 ribu/kg untuk jenis rawit dan Rp 40 ribu untuk cabai keriting dan teropong merah.

“Bahkan harga garam batangan juga naik, dari Rp 3.500 jadi Rp 4.000. Garam grasak juga naik,” ungkap Heri.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aturan Pembelian Elpiji Diprotes. Soal Apa?

Rabu, 24 Mei 2023 | 05:58 WIB

Omzet Wonogiri Expo Hampir Setengah Miliar

Minggu, 14 Mei 2023 | 19:14 WIB
X