HKTI Jajaki Kerja Sama dengan MakanKu dan Para Pelaku Usaha di Solo

- Kamis, 9 September 2021 | 13:37 WIB
Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nando Abraham menyampaikan tentang aktifitas Koperasi Tamara saat bincang santai di RM MakanKu Jalan A Yani Pabelan, Surakarta, Rabu (8/9/2021) malam. (SMSolo/dok)
Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nando Abraham menyampaikan tentang aktifitas Koperasi Tamara saat bincang santai di RM MakanKu Jalan A Yani Pabelan, Surakarta, Rabu (8/9/2021) malam. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Peluang bisnis dan meraih sukses kerap dilakukan dengan kerja sama yang sinergis antarpara pelaku usaha.

Langkah itu dilakukan Koperasi Tani Makmur Rakyat Sejahtera (Tamara) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Organisasi itu berkolaborasi dengan MakanKu Meal Ready Eat (MRE) produk kuliner cepat saji milik Wong Solo Grup.

Baca Juga: 415 Pejabat Diambil Sumpahnya dan Dilantik, Dua Camat Naik Jabatan

Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nando Abraham mengatakan langkah ini dilakukan untuk saling bantu mengangkat citra kuliner Indonesia, khususnya Solo  agar lebih eksis  di ekspor ke luar negeri tidak hanya ke negara Timur Tengah namun merambah China , Eropa dan Amerika Serikat.

Kerja sama Koperasi Tamara HKTI dengan MakanKu, lanjut Nando, bisa berupa pemasarannya hingga  kebutuhan bahan komoditinya seperti pengadaan beras, ternak.

Baca Juga: Duel Uji Coba Lawatan Persika Kembali Imbang. Kali Ini Versus Persekap Pekalongan

"Ini sangat bermanfaat dan saling membutuhkan dalam upaya mengembangkan bisnis kuliner maupun memberdayakan para pengusaha kecil seperti UMKM yang tergabung di Koperasi Tamara," jelas Nando disela ngobrol santai dengan pemilik Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo.

Penjajakan kerja sama dan rembug bisnis yang juga dihadiri para pelaku usaha di berbagai organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah (Kadinda) Solo, Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Solo dan HKTI Solo Raya tersebut berlangsung di Rumah makan MakanKu di Jalan A Yani Pabelan, Surakarta, Rabu (8/9/2021) malam.

Baca Juga: Setahun Terakhir, 63 Perusahaan Kena Sanksi karena Mencemari Bengawan Solo

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X