Level PPKM Solo Raya Turun. Pariwisata di Tawangmangu Bangkit, Roda Ekonomi Berputar

- Minggu, 12 September 2021 | 13:47 WIB
D'Lawu Bistro, salah satu destinasi baru di Tawangmangu.  (SMSolo/dok)
D'Lawu Bistro, salah satu destinasi baru di Tawangmangu. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Tawangmangu adalah magnet wisata di Karanganyar.

Meski destinasi wisata baru bermunculan di berbagai penjuru Karanganyar, namun Tawangmangu masih menjadi idola bagi sebagian masyarakat untuk rehat, melepas penat.

Pada setiap akhir pekan, kawasan Tawangmangu yang berada di lereng Gunung Lawu itu selalu dipenuhi wisatawan.

Baca Juga: Gerai Vaksin Lereng Gunung Lawu, Seribu Pelaku Wisata di Tawangmangu Divaksinasi

Ada yang sekadar menghirup kesegaran udaranya, menikmati suasananya, pun berwisata ke objek-objek wisata yang berserak di berbagai titik.

Keriuhan wisatawan itulah, yang diharapkan terus ada oleh pelaku usaha wisata di Tawangmangu, meskipun pandemi Covid-19 belum usai. 

Penurunan level PPKM di Karanganyar, dari level 4 menjadi level 3, disambut dengan harapan bahwa dunia pariwisata di kawasan tersebut kembali pulih, setelah dihajar dengan sepinya pengunjung akibat pemberlakuan PPKM.

Baca Juga: Blarrr .. Blarrr ... 17 Motor Berknalpot Brong Ditilang Saat OTW ke Tawangmangu

Seperti yang disampaikan Owner D'Lawu Bistro and Mountain Cottage Hasbindi Haris Prasetyo, belum lama ini. 

"Semoga turunnya level PPKM ini membuat pariwisata bangkit, roda ekonomi berputar lagi. Turunnya level ini sangat membantu pelaku usaha," ujarnya.

Haris mengaku sempat ketar-ketir dengan kebijakan PPKM.

Baca Juga: Kabar Gembira, Tlatar Minggu Depan Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata di Boyolali  

Sebab berkaitan dengan operasional D'Lawu Bistro. Maklum, unit usaha kuliner dan cottage itu baru dilaunching 20 Agustus lalu.

"Grand opening 20 Agustus, selang sehari ada penyekatan wisatawan di Tawangmangu. Langsung kena dampak. Omzet turun tajam. Namun pekan berikutnya, situasi mulai normal setelah penyekatan lebih longgar," tuturnya. 

Haris bisa agak lega, ketika pemerintah mengumumkan penurunan level PPKM di Solo Raya, termasuk Karanganyar, dari level 4 ke level 3.

Baca Juga: Wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri Digelontor Rp 11 Miliar

"Harapannya, situasi ke depan semakin normal. Iklim baik untuk pulihnya pariwisata," katanya.

Promosi pun digenjot. Sejumlah akun sosial media dimanfaatkan, untuk mengenalkan destinasi itu pada khalayak.

Apalagi, dalam waktu dekat, manajemen D'Lawu akan meluncurkan sembilan unit cottage-nya, dari rencana 30 unit.

Haris mengatakan, standar protokol kesehatan (prokes) diterapkan ketat dalam operasional D'Lawu.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Pelaku Usaha Wisata Karanganyar Berharap Kelonggaran

"Yang standar ya wajib cuci tangan sebelum masuk, cek suhu dan jaga jarak. Kami terus mengingatkan pengunjung untuk menerapkan prokes. Termasuk pemakaian masker. Menyediakan hand sanitizer di dekat kasir," jelasnya.

Manajemen juga menerapkan sistem buka tutup, untuk memastikan resto tidak overload.

"Karena kami tidak mau suasana menjadi terlalu crowded, menimbulkan kerumunan. Tentu menjadi tidak nyaman juga bagi pengunjung. Maka sistem buka tutup diterapkan," imbuhnya.

Baca Juga: Brrrr.....Kawasan Wisata Dieng Tertutup Es. Pagi Hari Suhu Minus 1 Derajat Celcius

Turunnya level PPKM, juga disambut baik Anwar Mustafa. Warga Baturan, Colomadu ini hampir setiap pekan bersama keluarganya meluangkan waktu untuk pelesir ke Tawangmangu, melepas penat dari rutinitas keseharian.

"Ya bersyukur, PPKM turun level, wisata sudah kembali buka. Kemarin-kemarin, kalau ke Tawangmangu tidak bisa mampir ke mana-mana. Restoran, rumah makan pada tutup. Tempat wisata tutup. Akhirnya bawa makanan sendiri dari rumah, di sana cuma menikmati kesejukan saja," ujarnya.

Dia menilai, dengan dibukanya kembali pariwisata di Tawangmangu, wisatawan bisa memiliki banyak alternatif untuk dituju.

"Untuk refreshing bersama keluarga. Apalagi anak-anak kan jenuh di rumah terus," imbuhnya.*

Halaman:
1
2
3

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembangunan Agro Science Techno Park Jimbung Dimulai

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Desa Conto Masuk Nominasi Desa Wisata Tingkat Jateng

Kamis, 21 Oktober 2021 | 05:25 WIB

Asyik, Kebun Raya Indrokilo Boyolali Dibuka Kembali

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:55 WIB
X