Dibangun dengan Dana Desa, Taman Jlengut Klaten Tawarkan Wisata Edukasi

- Senin, 31 Mei 2021 | 08:47 WIB
TAMAN JLENGUT : Pengunjung menyaksikan aneka binatang di Taman Jlengut di Desa Karangdureng, Kecamatan Kebonarum , Klaten.(suaramerdeka-solo.com/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)
TAMAN JLENGUT : Pengunjung menyaksikan aneka binatang di Taman Jlengut di Desa Karangdureng, Kecamatan Kebonarum , Klaten.(suaramerdeka-solo.com/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)

*Balita dan Warga Karangduren Gratis

AKHIR-AKHIR ini bermunculan banyak obyek wisata baru di berbagai desa di Klaten yang menawarkan sarana rekreasi keluarga. Salah satunya, Taman Jlengut di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

Taman yang dibangun mulai 2018 dengan menggunakan dana desa itu berdiri di tanas kas desa seluas dua hektare. Objeknya menawarkan wisata edukasi. Sekitar 50 jenis satwa menghuni taman yang mempunyai kolam ikan berukuran besar, serta dilengkapi patung durian jumbo itu.

‘’Kami mempunyai koleksi binatang sekitar 50 jenis, mulai kera, kambing, ular, kuda, musang, macam-macam ayam, burung merak, kelinci dan lainnya. Tempanya di kandang sisi timur kompleks wisata itu,’’ kata Kades Karangduren, Moh Marsum.

Objek wisata itu semacam kebun binatang mini, dilengkapi taman dengan berbagai tanaman. Pengunjung tak hanya melihat, namun juga bisa belajar memberi makan binatang, didampingi para pemandu.

Taman itu dilengkapi area parkir yang cukup luas. Pengunjung juga bisa memilih makanan di warung-warung yang menyediakan aneka kuliner. Di tengahnya ada pendapa yang bisa digunakan untuk menggelar pertemuan atau acara tertentu.

Menurut Marsum, Taman Jlengut dibangun secara bertahap mulai 2018, kemudian dilanjutkan tahun 2019 dengan Dana Desa. Pada 2020, pembangun dihentikan karena dilakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi covid-19.

‘’Total anggaran yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 800 juta. Rencananya, 2021 ini pembangunan dilanjutkan dengan membuat kolam renang. Namun sasaran kami adalah wisata edukasi. Tahun 2020, tak bisa melanjutkan pembangunan karena ada refocusing anggaran untuk covid,’’ ujar Moh Marsum.

Pengelola juga memberikan fasilitas menarik pada pengunjung. Tiket masuk bagi anak-anak usia di bawah 5 tahun digratiskan. Begitu juga dengan warga Desa Karangdureng bisa masuk secara gratis.

Sebelum pandemi, taman Jlengut cukup ramai pengunjung. Di hari Minggu atau hari libur, jumlah pengunjungnya bisa mencapai 3.000 orang. Sabtu berkisar 2.000 orang, sedangkan hari-hari biasa sekitar 700-800 orang.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Pembangunan Agro Science Techno Park Jimbung Dimulai

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Desa Conto Masuk Nominasi Desa Wisata Tingkat Jateng

Kamis, 21 Oktober 2021 | 05:25 WIB

Asyik, Kebun Raya Indrokilo Boyolali Dibuka Kembali

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:55 WIB
X