Dari 4 Kapal, Kini Rawa Jombor Punya 44 Kapal. Ini Biaya Pembuatannya

- Minggu, 6 Juni 2021 | 08:19 WIB
Kapal wisata yang ada di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Bayat,Klaten. (SMSolo/Merawati S)
Kapal wisata yang ada di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Bayat,Klaten. (SMSolo/Merawati S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Kapal wisata atau gethek kini telah menjadi salah satu daya tarik wisata di Rawa Jombor yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.

Dari awalnya hanya 4 kapal, kini sudah menjadi 44 kapal karena minat masyarakat cukup tinggi. Sebenarnya berapa biaya yang diperlukan untuk pembuatan kapal wisata ? Ini penuturan Sutomo (49), Ketua Paguyuban Kapal Wisata Rawa Jombor ketika ditemui di dekat kapal miliknya yang sedang menunggu penumpang, Sabtu (5/6/2021).

"Biaya yang diperlukan untuk membuat sebuah gethek atau kapal wisata antara Rp 50 sampai Rp 60 juta. Kalau dulu masih ramai jadi cepat balik modal, tapi sekarang saingannya banyak, jadi ibaratnya menanam modal di rawa," kata warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.

Baca Juga: Cek Kesepakatan, Tim Gabungan Tertibkan Kapal Wisata Rawa Jombor

Ternyata modal yang harus diinvestasikan para pemilik kapal, cukup tinggi. Sutomo sendiri mempunyai dua buah kapal, namun hanya satu yang dioperasikan, karena satu kapal lainnya masih dalam perbaikan.

Kapal tersebut dihias sedemikian rupa agar menarik. Ada yang bertingkat dan diberi pemanis seperti sepeda, kursi gantung bahkan ada yang dipasangi becak. Kapal dioperasikan menggunakan mesin tempel bertenaga diesel.

Awalnya dulu saat pandemi, warung apung tutup, sehingga pemilik kapal bingung mau cari penumpang dari mana. Benar-benar sepi penumpang, namun saat itu baru ada 4 kapal. Mereka pun membuat seperti dermaga di sisi rawa.

"Saat memasuki masa New normal sekitar Juni-Agustus 2020, terjadi booming sepeda santai yang mengunjungi Rawa Jombor. Saat itulah, ramai yang naik perahu sampai antre-antre, akhirnya yang lain ikut bikin sampai sekarang ada 44 kapal," ujar Sutomo pemilik warung apung Rizky 100.

Semakin hari, jumlah penumpang semakin ramai. Kini, usaha perahu wisata bisa menghidupi 150 KK yang bekerja di 44 kapal sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga.

Baca Juga: Dibangun dengan Dana Desa, Taman Jlengut Klaten Tawarkan Wisata Edukasi

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Pembangunan Agro Science Techno Park Jimbung Dimulai

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:16 WIB

Desa Conto Masuk Nominasi Desa Wisata Tingkat Jateng

Kamis, 21 Oktober 2021 | 05:25 WIB

Asyik, Kebun Raya Indrokilo Boyolali Dibuka Kembali

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:55 WIB
X