Percaya atau Tidak, Lendir Bekicot Bisa Jadi Alternatif Obat Tuberkulosis Lho ....

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:28 WIB
Prof Dr dr Yusup Subagio Sutanto Spp(K). (SMSolo/dok)
Prof Dr dr Yusup Subagio Sutanto Spp(K). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Dr dr Yusup Subagio Sutanto Spp(K) mengembangkan penelitian pemanfaatan lendir bekicot untuk alternatif pengobatan Tuberkulosis (TB).

Dokter spesialis paru asal Kota Solo ini mengemukakan kasus penyakit ini di Indonesia cukup tinggi. Terdapat 301 kasus per 100 ribu penduduk. Diakuinya, pengobatan TB relatif lama.

Setidaknya enam bulan. Rentang waktu tersebut tak jarang membuat pasien bosan mengonsumsi obat. Dampaknya putus berobat atau pengobatan tidak teratur.

Baca Juga: Dihantam Trailer, Siswa SMA Tewas

Kondisi tersebut dapat memicu resisten terhadap obat anti tuberkulosis (OAT) yang berdampak timbulnya multidrugs resistance tuberculosis (MDR-TB).

“TB dapat disembuhkan dengan pemberian OAT yang tepat. Tapi akhir-akhir ini banyak ditemukan pasien yang resisten terhadap dua atau lebih OAT yang dikenal sebagai MDR-TB,” ungkap Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) ini.

Baca Juga: Komisi III DPR Minta Kemensos Usut Temuan Sembako Bansos yang Dikubur di Depok

Yusup melakukan penelitian terhadap manfaat lendir bekicot yang dikombinasikan dengan kulit durian dan kitosan sebagai obat alternatif berbahan alami untuk membantu proses pengobatan bagi penderita penyakit TB.

Pemanfaatan lendir bekicot untuk pengobatan TB, di antaranya karena mengandung bahan kimia achatin isolat yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antinyeri.

Selain itu lendir bekicot juga mengandung heparan sulfat, dan kalsium yang berperan dalam hemostasis, mekanisme alami dari tubuh untuk menghentikan kehilangan darah yang berlebihan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mencegah Anemia di Kalangan Siswa Melalui Insta Story

Senin, 21 November 2022 | 19:26 WIB

Tim Pengabdian UMS Berinisiasi Membentuk Poskestren

Kamis, 15 September 2022 | 15:24 WIB

Hati-hati, Pestisida Lebih Berbahaya untuk Perempuan

Kamis, 8 September 2022 | 20:40 WIB
X