Meriahnya Tradisi Lampetan di Umbul Tlatar Desa Kebonbimo, Boyolali

- Sabtu, 17 September 2022 | 14:02 WIB
Tumpeng hasil bumi mengawali kirab tradisi Lampetan di Umbul Tlatar. (SMSolo/Joko Murdowo)
Tumpeng hasil bumi mengawali kirab tradisi Lampetan di Umbul Tlatar. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Tradisi Lampetan digelar di Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota, Sabtu (17/9). Ribuan warga rela berdesakan melihat jalannya tradisi tersebut.

Hadir dalam acara tersebut, Camat Boyolali Kota, Suwarno; Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Subagyo; dan perwakilan warga Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang serta sejumlah undangan lainnya.

Baca Juga: Menikmati Alunan Musik Keroncong Svaranusa Roadshow di Taman Sunan Jogo Kali

Acara diawali dengan kirab gunungan dari halaman Balai Desa Kebonbimo menuju Umbul Tlatar yang berjarak 1 km karena mengambil jalan memutar.

Ada dua gunungan besar yang dibawa yaitu gunungan agung dan gunungan hasil bumi. Turut dikirab 23 tumpeng kecil dari perwakilan 23 Rt setempat.

Baca Juga: Ribuan Warga Tumplek Blek di Lapangan Sendang Plampeyan, Berebut Apem Yaqowiyu

Sesampai di Umbul Tlatar, seluruh gunungan pun ditata rapi. Lalu digelar acara penangkapan dua ekor bebek putih sebagai lambang hati bersih dan syukur atas karunia Tuhan.

Setelah itu gunungan hasil bumi diperebutkan warga. Dalam tempo sekejap, aneka buah- buahan dan sayuran gunungan pun ludes.

Baca Juga: Kirab Budaya di Desa Sidomulyo, Ampel Boyolali, Meriah

Ternyata acara belum tuntas. Ya, seluruh pengunjung mendapatkan kesempatan untuk makan bersama nasi tumpeng yang semua dikirab. Panitia menyediakan pincuk atau wadah makan dari daun pisang bagi warga yang akan makan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kirab Budaya di Desa Sidomulyo, Ampel Boyolali, Meriah

Jumat, 9 September 2022 | 13:59 WIB
X