No Bra Day Penuh Kontroversi. Bagaimana Sejarahnya Dan Juga Manfaatnya

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 13:05 WIB
Ilustrasi No Bra Day dan Kanker Payudara (Ragam Yogyakarta)
Ilustrasi No Bra Day dan Kanker Payudara (Ragam Yogyakarta)

suaramerdeka-solo.com - Hari ini tanggal 13 Oktober sering disebut-sebut sebagai No Bra Day atau hari tanpa bra.

Momen ini masih menjadi hal yang kontroversi dibeberapa kalangan, meskipun pada kenyataannya perayaan ini bertujuan untuk mengedukasi tentang penyakit kanker payudara sekaligus menghormati para pejuang kanker payudara.

Dilansir dari berbagai sumber, hari tanpa bra pada awalnya bernama Breast Reconstruction Awarness (BRA Day) ide seorang doker bedah plastik asal Kanada, Mitchell Brown 2011.

Baca Juga: Lima Klub Dipastikan Lolos Babak 16 Besar Liga Champions. Salah Satunya Tim Penuh Kejutan

No Bra Day dibuat dengan tujuan mendorong penyintas kanker payudara. Meskipun tidak diakui secara resmi oleh WHO namun momen ini masih diperingati beberapa kalangan hingga saat ini.

Hari tanpa bra ini mengajak para perempuan untuk berpartisipasi memeriksa payudara sendiri guna mendeteksi adanya benjolan pada payudara yang memicu adanya kanker payudara.

Baca Juga: Ditengah Desakan Mundur dari Kursi PSSI, Asnawi dan STY Membentengi Iwan Bule. Bule Mundur, STY Juga Mundur!

Manfaat No Bra Day untuk payudara:

1. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Karet atau kawat yang menempel dikulit dapat membatasi gerakan otot dibagian dada, akibatnya aliran darah dapat terhambat. Dengan tanpa menggunakan bra maka sirkulasi darah akan lancar.

Baca Juga: Rizky Billar Lembar Bola Biliar Tak Masuk Materi Laporan KDRT

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mencegah Anemia di Kalangan Siswa Melalui Insta Story

Senin, 21 November 2022 | 19:26 WIB

Tim Pengabdian UMS Berinisiasi Membentuk Poskestren

Kamis, 15 September 2022 | 15:24 WIB

Hati-hati, Pestisida Lebih Berbahaya untuk Perempuan

Kamis, 8 September 2022 | 20:40 WIB
X