Jangkrik Ngentir, Tarian Sakral dari Lereng Gunung Merapi-Merbabu

- Minggu, 29 Mei 2022 | 18:49 WIB
Penari jangkring ngentir unjuk kebolehan. (SMSolo/Joko Murdowo)
Penari jangkring ngentir unjuk kebolehan. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Wilayah lereng Gunung Merapi-Merbabu, Boyolali kaya aneka tari. Salah satunya seni tari jangkrik ngentir.

Tak hanya jadi hiburan rakyat, jangkrik ngentir juga dianggap sebagai tarian sakral.

Tarian itu ditampilkan pada acara Ruwat Rawat Prasasti Sarungga di Dukuh Wonosegoro, Desa/Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Rabu (25/5/2022) lalu.

Baca Juga: Prasasti Sarungga, Bukti Tingginya Peradaban Manusia di Lereng Timur Merapi- Merbabu

Adalah kelompok kesenian Sri Budi Utomo, dari Dukuh Sidotopo, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo yang unjuk kebolehan saat itu.

Ada 8 orang penari, terdiri pentul tembem, dua penari sebagai lembu atau sapi dan 4 penari jaran kepang atau juga disebut jangkrikan.

Menurut Slamet Seno, sesepuh kelompok Sri Budi Utomo, tarian jangkrik ngentir itu diambil dari sebuah perjalanan hidup.

Baca Juga: Hati-hati! Bahu Jalan Jalur SSB di Desa Genting Lereng Gunung Merapi, Longsor

"Cara jawane lelakoning urip dari orang Kanung. Orang Kanung itu orang pada waktu belum mengenal peradaban maupun agama,” katanya.

Dijelaskan, tarian jangkrik ngentir ini berkisah tentang perjalanan peradaban manusia dalam mencari sejating urip.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haji Murod Tukang Ojek Pengkolan Meninggal Dunia

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:49 WIB

Indra Bekti Harus Gunakan Selang Seumur Hidup

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:33 WIB

Na Chul Meninggal Dunia, Siapa Na Chul?

Sabtu, 21 Januari 2023 | 20:16 WIB

Happy Asmara Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Kenapa?

Selasa, 17 Januari 2023 | 12:20 WIB

Hasil Tes Urine, Revaldo Positif Konsumsi Narkoba

Jumat, 13 Januari 2023 | 06:15 WIB
X