Hari Wayang Dunia, 55 Dalang Klaten Gelar Pentas Kolaborasi

- Selasa, 15 November 2022 | 10:25 WIB
Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya bersama para dalang membuka Pentas Kolaborasi Hari Wayang Dunia di halaman RSPD Klaten.  (SMSolo/Merawati Sunantri)
Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya bersama para dalang membuka Pentas Kolaborasi Hari Wayang Dunia di halaman RSPD Klaten. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Sebanyak 55 dalang terlibat pentas kolaborasi dalam rangka peringatan Hari Wayang Dunia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Klaten di halaman RSPD Klaten, Senin (14/11/2022) malam.

Pentas wayang kulit semalam suntuk itu mengambil lakon ‘’Romo Nitis’’ itu dibuka Wakil Bupati Yoga Hardaya, dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Klaten dan para tokoh pedalangan di Klaten.

‘’Dalam peringatan Hari Wayang, diharapkan wayang tetap lestari berkembang dan agung tanpa meninggalkan adilihung. Klaten mempunyai perhatian khusus dalam pelestarian seni wayang dan pedalangan,’’ kata Yoga Hardaya.

Baca Juga: Peringati Hari Wayang, 25 Dalang dan 1.890 Pesinden Pentas Serentak di Karanganyar

Masyarakat pedalangan dan pewayangan Klaten ikut handarbeni dan mangayubagyo atas penetapkan Hari Wayang Dunia, sebagai salah satu wujud nyata penghargaan atas karya warisan budaya lokal.

‘’Melalui pentas ini, saya berharap agar generasi muda mendekatkan diri pada akar budaya daerah yang dimiliki. Semangat cinta budaya harus terus dipupuk agar bisa diwariskan ke anak cucu kita,’’ tegas Wakil Bupati.

Dalam kesempatan itu, Dewan Kesenian memberikan penghargaan kepada 21 dalang di Kabupaten Klaten yang dinilai berprestasi dan mempunyai andil dalam mengembangkan dan melestarikan wayang langka.

Baca Juga: Peringati Hari Wayang, Ki Joko Melukis Wayang dengan Media Sekam Padi

Penyerahan penghargaan dilakukan Wakil Bupati, Kepala Disparbudpora Sri Nugroho, Plt Kepala Bappeda Pandu Wirabangsa dan Sekretaris Dewan Kesenian Joko Sarjono.

Sementara itu, pentas kolaborasi dengan lakon Romo Nitis menceritakan reinkarnasi Batara Wisnu yang manjing di Prabu Romo, setelah Prabu Romo habis masa tugasnya.

‘’Proses reinkarnasi diawali dengan ada masalah di dunia, seperti kekeringan, kelaparan dan lainnya. Siapa yang dapat ‘semar’ maka dialah yang bisa untuk membangun negara adil makmur,’’ kata Ki Suwito Radyo, tokoh seniman Klaten.

Baca Juga: Peringati Hari Wayang Nasional dan Sambut Hari Jadi ke-104, Bupati Karanganyar Ajak Doakan Ki Manteb

‘’Setelah terjadi perang, karena Betoro Romo mau memboyong semar, Kresno juga mau memboyong semar. Namun karena Betoro Romo sudah habis masa tugasnya, maka Kresno yang bisa memboyong Semar dan membangun negara adil makmur,’’ kata Suwito Radyo.

Pentas wayang yang sedianya dimulai pukul 20.00 WIB mundur akibat hujan deras yang mengguyur Klaten, Senin (14/11/2022). Beruntung, sekitar pukul 20.00 WIB, hujan reda sehingga pentas bisa berjalan dengan lancar.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haji Murod Tukang Ojek Pengkolan Meninggal Dunia

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:49 WIB

Indra Bekti Harus Gunakan Selang Seumur Hidup

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:33 WIB

Na Chul Meninggal Dunia, Siapa Na Chul?

Sabtu, 21 Januari 2023 | 20:16 WIB

Happy Asmara Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Kenapa?

Selasa, 17 Januari 2023 | 12:20 WIB
X