Peluncuran Puisi Sri Busono-Amir Machmud ''Kata, Tak Pernah Senja'' Bertabur Politisi dan Seniman

- Selasa, 7 Februari 2023 | 06:44 WIB
Ketua DPRD Sragen Suparno duduk santai sembari membacakan puisi saat peluncuran puisi karya Sri Busono-Amir Machmud di Sanggar Seni Serambi Sukowati Jalan Dr Wahidin 9 Sragen, Minggu malam (5/2).  (SMSolo/Anindito AN)
Ketua DPRD Sragen Suparno duduk santai sembari membacakan puisi saat peluncuran puisi karya Sri Busono-Amir Machmud di Sanggar Seni Serambi Sukowati Jalan Dr Wahidin 9 Sragen, Minggu malam (5/2). (SMSolo/Anindito AN)

Sragen, suaramerdeka-solo.com - Bukan sesuatu hal yang biasa, jika Sri Busono tiba-tiba saja menggemari puisi. Tak hanya gemar. Mantan anggota DPRD Provinsi Jateng itu ternyata juga mencipta puisi.

Tandem bersama Amir Machmud NS, sang penyair menerbitkan buku puisi bertajuk ''Kata, Tak Pernah Senja''.

''Saya mencipta puisi, hanya kebetulan saja,'' tutur Sri Busono sembari menerawang bubungan Pendapa Serambi Sukowati.

Baca Juga: Ini Puisi Tahun Baru Gus Mus yang Penuh Makna

Awalnya, Sri Busono duduk di samping maezan di Makam Prampalan, di Desa Krikilan, Masaran, Sragen untuk menunggu jenazah salah satu kerabatnya yang akan dikuburkan di pemakaman Prampalan itu.

Saat merenung, dia melihat satu demi satu, daun pohon Sambi yang menguning, berguguran di tanah.

''Seperti sejarah perjalanan hidup, pada saatnya manusia akan seperti daun menguning, kering dan luruh,'' terang lelaki 72 tahun itu.

Baca Juga: Ditinggal Sekda, Bupati Sragen Bacakan Puisi & Hadiahi Scooter Putih Mutiara

Peristiwa hampir setahun lalu, melecut semangatnya untuk berkarya. Beruntung Sri Busono pada saat mulai akrab dengan puisi, bisa berkenalan dengan Amir Machmud.

Amir Machmud adalah penulis puisi dan Ketua PWI Jateng yang produktif dan banyak menerbitkan antologi puisi.

''Beliau yang ngompori saya. Terus mas...,terus mas, ayo pasti bisa membuat karya puisi,'' tutur Busono.

Mereka setelah sering berkomunikasi hampir setahun, kemudian bisa tandem menerbitkan buku puisi ''Kata, Tak Pernah Senja''.

Baca Juga: Kabar Kecelakaan Disertai Penganiayaan Hingga Korban Tewas Resahkan Warga, Ini Sikap Forkopimda Sragen

Ketertarikan Busono terhadap puisi, ibarat wolak-waliking jaman. Karena sesungguhnya sejarah perjalan hidup Busono terlahir sebagai seorang politisi, penyuka gitar, juga pemerhati olahraga.

Busono bahkan pernah bergabung di manajemen Band Ternchem Solo sebelum Tahun 1980-an. Manakala saat dia tandem bersama Amir Machmud melaunching puisi, bertaburnya politisi dan seniman yang hadir, terhenyak.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haji Murod Tukang Ojek Pengkolan Meninggal Dunia

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:49 WIB

Indra Bekti Harus Gunakan Selang Seumur Hidup

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:33 WIB
X