Lambda, Varian Baru Corona Teridentifikasi di 29 Negara

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 07:05 WIB
Covid-19. (SMSolo/dok) (Joko Murdowo)
Covid-19. (SMSolo/dok) (Joko Murdowo)

JENEWA, suaramerdeka-solo.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya temuan varian baru coron, penyebab Covid-19.

Pada Rabu 16 Juni 2021 kemarin, WHO mempublikasikan temuan varian baru corona tersebut, yang diberi nama Lambda.

Sampai saat ini, varian corona baru Lambda tercatat telah teridentifikasi tersebar di 29 negara. Khususnya di Amerika Selatan yang diyakini sebagai asal-usul varian corona baru tersebut.

Baca Juga: Seribu Lebih Perangkat Lomba Disiapkan untuk Peparnas Papua

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Kamis 17 Juni 2021, varian corona baru Lambda pertama kali diidentifikasi di Peru.

Garis silsilah Lambda digolongkan sebagai variasi minat global atau Variant of Interest (VoI) pada tanggal 14 Juni 2021, karena ‘keberadaan yang meningkat’ di Amerika Selatan.

VoI berarti varian corona baru tersebut dimonitor oleh WHO, tetapi belum terbukti menjadi ancaman yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat secara umum.

Jika penyebaran varian corona baru Lambda ke depannya semakin mengkhawatirkan, WHO kemungkinan akan memasukkannya ke dalam golongan Variant of Concern (VoC).

Baca Juga: Ini Keganasan Varian Delta Covid-19 di Kudus, Berdasar Hasil Penelitian Pakar UGM

Golongan VoC adalah varian corona baru yang telah diidentifikasi sebagai ancaman besar, dengan kemampuan untuk menyebar dengan kecepatan lebih tinggi dan menginfeksi sejumlah besar orang

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Selembar Halaman komik Spiderman Laku Rp 48 miliar!

Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:46 WIB

Pendiri antivirus McAffe Meninggal di Penjara

Kamis, 24 Juni 2021 | 11:39 WIB
X