CILACAP, suaramerdeka-solo.com - Video aksi perampokan bersenjata di sebuah warung kelontong di Kedungreja, Cilacap beredar luas.
Dalam video yang beredar itu, perampokan dilakukan tiga orang dengan mengendarai sepeda motor matic dan Astrea Grand itu terjadi dengan jelas.
Seorang perampok bahkan membawa pistol dan beberapa kali menembakkan pistol tersebut.
Dalam video tersebut juga terlihat perkelahian antara pemilik warung dengan salah seorang perampok sampai bergulingan di tepi jalan dan berakhir dengan tembakan pada korban.
Saat korban terkapar, ada warga yang mendekat dan hendak menolong juga tidak luput dari tembakan perampok. Perampok kemudian kabur.
Namun ketika ada warga lain hendak menolong korban tersebut, tiga pelaku perampokan yang sebelumnya sempat pergi datang lagi.
Mereka turun kembali ke lokasi dan masuk ke dalam warung diduga mengambil decoder CCTV yang ada di warung tersebut.
Baca Juga: Edarkan Petasan, Pemuda asal Solo Dijerat UU Darurat
Terkait dengan kasus perampokan ini Polres Cilacap masih memburu para pelaku.
Aksi perampokan sendiri terjadi pada pada Senin 27 Maret 2023, sekitar pukul 14.30 WIB. Para perampok membawa kabur uang tunai sekitar Rp 100 juta, satu buah ponsel, dan satu box CCTV.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadan 28 Maret 2023 untuk Kota Solo dan Sekitarnya
Kasat Reskrim Polres Cilacap Kompol Guntar Arif Setiyoko membenarkan hal tersebut. Namun demikian, sampai berita ditulis ia belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Terkait dengan kondisi korban penembakan, saat ini mereka dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Cilacap.***
Artikel Terkait
Nongkrong Sambil Minum Ciu, Empat Remaja Sragen Diamankan Polsek Sidoharjo
Dalam 5 Hari, Polres Klaten Sita 44.000 Petasan
FIFA Disebut Tunjuk Peru Gantikan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20!
Ini Daftar Penolak Timnas Israel yang Berbuntut Indonesia Gagal jadi Tuan Rumah versi Netizen
Warga Desa Ngargoharjo Giritontro Terlepas dari Ancaman Kekeringan. Kodim Wonogiri Serahkan Sumur Bor
Katanya Batal jadi Tuan Rumah, Kok FIFA Tetap Verifikasi Stadion Calon Veneu Piala Dunia U20?