Bupati Banjarnegara Ditangkap KPK, Muncul Spanduk 'Selamat Jalan Bupatiku Semoga Tidak Kembali Lagi'

- Sabtu, 4 September 2021 | 14:11 WIB
MELINTAS: Seorang pedagang pikulan melintas di sudut Alun-alun Banjarnegara dengan latar belakang spanduk dukungan kepada KPK atas penuntasan kasus korupsi di Pemkab Banjarnegara, Sabtu (4/9/2021). (SMBanyumas/Castro Suwito)
MELINTAS: Seorang pedagang pikulan melintas di sudut Alun-alun Banjarnegara dengan latar belakang spanduk dukungan kepada KPK atas penuntasan kasus korupsi di Pemkab Banjarnegara, Sabtu (4/9/2021). (SMBanyumas/Castro Suwito)

BANJARNEGARA, suaramerdeka-solo.com - Penangkapan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) mendapat sambutan dari masyarakat.

Bahkan spanduk berisi dukungan terhadap KPK terpampang di sejumlah titik. Salah satunya di sekitar aLun-alun Spanduk-spanduk itu berbunyi "Terima Kasih KPK Telah Menyelamatkan Banjarnegara".

"Selamat Jalan Bupatiku, Semoga Tidak Kembali Lagi ke Banjarnegara", dan spanduk ketiga "Kemenangan Satriya-Satriya Pinunjul Banjarnegara".

Baca Juga: Proses Izin IMB Menara PT Telkom Lamban, Warga Taman Murni Sragen Kirim Surat Ke Jokowi

Spanduk tersebut dipasang beberapa saat setelah KPK mengumumkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan pengusaha Kedy Afandi sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Jumat (3/9/2021).

"Iya, benar kami dan teman-teman yang memasang spanduk itu," kata Ketua Forjasi Banjarnegara Imam Nafan, dihubungi Sabtu (4/9/2021) seperti dilansir dari suaramerdeka-banyumas.com.

Menurutnya, spaduk tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada KPK yang sudah mengusut kasus korupasi di Banjarnegara. Sekaligus bentuk dukungan kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Banjarnegara.

Baca Juga: Sprinter Karisma Evi Melaju ke Final, Saptoyoga Gagal Gandakan Medali Atletik Paralympic Tokyo 2020

Dia mengatakan, spanduk tersebut sementara baru dipasang di sekitar alun-alun. Namun tidak menutup kemungkinan akan dipasang di lokasi lain.

Sebagai informasi, pada awal Juli 2020, Forjasi dan FBB pernah mengadu kepada DPRD Banjarnegara terkait dugaan praktik kartel konstruksi. Proses lelang pekerjaan dinilai tidak sehat karena menutup kesempatan persekutuan komanditer (CV) untuk ikut bersaing.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Polresta Banyumas Bekuk Spesialis Pencuri Sapi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:18 WIB
X