Tekan Penyalahgunaan Narkoba, BNNP Jateng Upayakan Pembentukan Desa/Kelurahan Bersinar

- Senin, 13 September 2021 | 19:52 WIB
SERAHKAN ALAT: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Jateng, Brigjen Pol Purwo Cahyoko, menyerahkan peralatan kepada peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi di kantor Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon, Senin (13/9/2021).  (SMSolo/dok)
SERAHKAN ALAT: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Jateng, Brigjen Pol Purwo Cahyoko, menyerahkan peralatan kepada peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi di kantor Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon, Senin (13/9/2021). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Jateng terus mengupayakan pembentukan desa/kelurahan bersih narkoba (bersinar) di seluruh kabupaten/kota provinsi itu.

BNNP Jateng menargetkan, pada akhir 2021 minimal satu desa/kelurahan bersinar percontohan telah terbentuk di 35 kabupaten/kota.

Baca Juga: Desa Bonyokan Jadi Kampung Tangguh Narkoba, BNN: Tak Sebatas Seremonial

“Saat ini baru ada 10 desa/kelurahan bersinar di sembilan kabupaten/kota yang sudah ada Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK)-nya,” terang Kepala BNNP Brigjen Pol Purwo Cahyoko, usai membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi di kantor Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasarkliwon, Senin (13/9/2021).

Purwo menerangkan, pembentukan desa/kelurahan bersinar yang dicanangkan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, merupakan program strategis dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Sambil Berolahraga, Duta Pelajar Anti Narkoba Klaten Belajar Kampanye

Apalagi berdasarkan data BNNP, di Jateng terdapat tak kurang 195.800 pengguna narkoba.

“Di desa/kelurahan bersinar itu akan ada kegiatan-kegiatan seperti pemberian edukasi dan informasi tentang bahaya narkotika, pembentukan sukarelawan yang akan mengedukasi masyarakat, membantu penegak hukum, maupun agen-agen pemulihan yang melakukan rehabilitasi kepada para pengguna narkotika.”

Baca Juga: Pernah Gagal Akibat Sipir Tersandung Narkoba, Rutan Solo Diusulkan Lagi Raih WBK

Menurut Purwo, salah satu tantangan terbesar dalam merealisasikan desa/kelurahan bersinar itu yakni belum adanya kesepahaman antara BNNP dan pimpinan daerah terhadap strategi penanggulangan penyalahgunaan narkoba tersebut.

“Ini jadi tugas kami untuk bisa meyakinkan pemda, bahwa program ini penting. Bagaimanapun ini menyangkut warga mereka juga, yang membutuhkan kesejahteraan dan kesehatan. Salah satu faktor kesehatan itu adalah terhindar dari narkotika,” beber Purwo.

Baca Juga: Pagi Melahirkan, Siang Ikut Ujian. Pengalaman Luar Biasa yang Dialami Ambarwati Peserta Seleksi PPPK

Pelatihan perawatan sepeda motor hasil kerjasama BNNK Surakarta dan Balai Latihan Kerja (BLK) Surakarta tersebut diikuti belasan mantan pengguna narkoba, yang telah menjalani program rehabilitasi.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Mukerda MUI Jateng Disosialisasikan di Klaten

Sabtu, 27 November 2021 | 21:15 WIB

Air Waduk Pidekso Wonogiri Naik 20 Cm/Hari

Rabu, 24 November 2021 | 15:25 WIB

Sekolah Sungai Klaten Gelar Diskusi dengan BBWSBS

Rabu, 24 November 2021 | 10:51 WIB

Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Terbakar

Selasa, 23 November 2021 | 13:52 WIB
X