Dampak Kemarau Basah di Boyolali, Satu Kecamatan Tak Masuk Wilayah Krisis Air Bersih

- Selasa, 14 September 2021 | 12:08 WIB
SIMBOLIS: Sekda Boyolali, Masruri melepas penyaluran bantuan air bersih secara simbolis.  (SMSolo/Joko Murdowo)
SIMBOLIS: Sekda Boyolali, Masruri melepas penyaluran bantuan air bersih secara simbolis. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com – Kecamatan Selo, Boyolali, tak masuk dalam wilayah darurat kekeringan tahun ini. Ini terjadi lantaran tahun ini adalah musim kemarau basah.

Sehingga kekeringan tahun ini tak separah tahun lalu.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, tahun 2021 ini hanya 6 kecamatan di Boyolali yang mengalami darurat kekeringan.

Baca Juga: Kekeringan di Klaten. BPBD Salurkan 381 Tangki Air Bersih, Sebagian ke Desa-Desa Lereng Merapi

Yaitu, Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamodro, Musuk dan Tamansari serta Kemusu.

Total ada 25 desa di 6 Kecamatan itu yang mengalami krisis air bersih.

Masih ada sebagian desa di kecamatan itu yang masih memiliki sumber air meskipun debit menurun.

Baca Juga: Bayat dan Wedi Rawan Kebakaran, Lereng Merapi Rawan Kekeringan

“Tahun lalu, selain 6 kecamatan itu, Kecamatan Selo juga masuk dalam status darurat kekeringan,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo Munir, Selasa (14/9/2021).

Ditemui wartawan usai pemberangkatan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak, di halaman BPBD Boyolali, dia mengungkapkan, warga di wilayah Selo saat ini sudah bisa mengatasi masalah air bersih.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:50 WIB

10 Pedagang Makanan di Klaten Tertipu Pesanan Palsu

Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:12 WIB

Mahasiswa Asing Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:52 WIB
X