Ungkap Peredaran Miras Ilegal, Bea Cukai Surakarta Sita 1.886 Botol Berpita Cukai Palsu

- Selasa, 14 September 2021 | 18:20 WIB
Ribuan botol miras berpita cukai palsu diamankan Bea Cukai Surakarta dalam penindakan yang dilakukan di kawasan Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali.  (SMSolo/dok)
Ribuan botol miras berpita cukai palsu diamankan Bea Cukai Surakarta dalam penindakan yang dilakukan di kawasan Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Jajaran Bea Cukai Surakarta bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY mengungkap salah satu jaringan pembuatan miras bercukai palsu, Kamis (9/9/2021).

Seorang pelaku diamankan dalam pengungkapan tersebut, yakni Ma, pemilik ribuan botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berpita cukai palsu.

Baca Juga: Kejari Sukoharjo Tahan Tersangka Penjual Miras Impor dengan Cukai Palsu

Barang bukti 1.886 botol miras berbagai merek dan sudah dikemas siap jual, diamankan dalam penindakan di Dukuh Puluhkadang, Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali.

Negara dirugikan sebesar Rp 82.566.000 atas peredaran miras tersebut, karena tidak dibayarkannya pungutan cukai.

Baca Juga: Clear! Driver Ojol Yang Mengantar Miras Tidak Jadi Tersangka

Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta Hari Prijandono melalui siaran pers, Selasa (14/9/2021) menyampaikan, penindakan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, tentang indikasi adanya penjualan miras ilegal di wilayahnya.

"Informasi itu lalu ditindaklanjuti Unit Penindakan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY
bersama Bea Cukai Surakarta, dengan mengumpulkan informasi di lapangan selama dua pekan," jelasnya.

Baca Juga: Bertemu Ojol Pengantar Pesanan Miras, Gibran: Riwayat Transaksi Harus Disimpan

Setelah informasi yang didapat akurat dan diperoleh titik lokasi sumber peredaran miras ilegal, tim kemudian bergerak melakukan penindakan.

"Tim mendatangi sebuah bangunan rumah indekos dan melakukan pemeriksaan di dalam ruangan, juga di sebuah mobil boks. Ditemukan empat kamar yang digunakan pemilik barang, yakni Ma, untuk kegiatan peredaran miras ilegal," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Kematian Ridwan, Pengaruh Miras Membuat AH Bertindak Tak Terkendali

Kamar satu untuk kantor dan display barang, kamar dua sebagai tempat tidur, kamar ketiga untuk menyimpan miras ilegal yang dilekati pita cukai palsu.

Sementara kamar keempat untuk menyimpan miras yang dilekati pita cukai asli.

"Ditemukan 1.886 botol miras berbagai merek, nota penjualan, serta barang pendukung lain untuk peredaran, yang kini diamankan sebagai barang bukti," katanya.

Baca Juga: Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, PDAM Solo Setop Operasi IPA Semanggi

Dari pemeriksaan terhadap Ma, ditengarai yang bersangkutan telah menjual miras tersebut ke berbagai kafe dan tempat karaoke di sekitar Boyolali.

"Saat ini Ma diperiksa sebagai saksi dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan," imbuhnya.

Baca Juga: Pelatihan dan Pengembangan UMKM Berbasis Digital Rintisan Akabri 96 Sebagai Pilot Project

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta Budi Santoso menambahkan, penindakan itu merupakan hasil sinergi dengan kanwil, didukung instansi penegak hukum terkait.

"Diharapkan dengan penindakan ini dapat menekan peredaran miras ilegal yang tidak hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya," tandas dia.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Mukerda MUI Jateng Disosialisasikan di Klaten

Sabtu, 27 November 2021 | 21:15 WIB

Air Waduk Pidekso Wonogiri Naik 20 Cm/Hari

Rabu, 24 November 2021 | 15:25 WIB

Sekolah Sungai Klaten Gelar Diskusi dengan BBWSBS

Rabu, 24 November 2021 | 10:51 WIB

Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Terbakar

Selasa, 23 November 2021 | 13:52 WIB
X