Polres Sukoharjo Tetapkan Dua Tersangka Pembuang Limbah Ciu ke Bengawan Solo

- Jumat, 17 September 2021 | 18:14 WIB
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melihat cara dua tersangka membuang limbah ciu ke Bengawan Solo. (SMSolo/dok)
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melihat cara dua tersangka membuang limbah ciu ke Bengawan Solo. (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.comPolres Sukoharjo menetapkan dua tersangka dalam kasus pembuangan limbah alkohol di Bengawan Solo. Dua tersangka tersebut adalah J (36) dan H (40), yang merupakan warga Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim Opsnal Tipidter Polres Sukoharjo mendapatkan informasi mengenai pembuangan limbah di wilayah Polokarto.

"Setelah diselidiki, petugas mendapati dua tersangka H dan J melakukan pembuangan limbah dengan sarana dua unit mobil pik-up. Kemudian keduanya diamankan beserta barang bukti ke Polres Sukoharjo," terang Kapolres saat konferensi pers dilokasi kejadian pembuangan limbah, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Hutan Bromo KaranganyarTerbakar, 2 Orang Jadi Korban. Tenang, Ini Hanya Simulasi Peluncuran MPA Singo Serang

Dijelaskan, tersangka H dan J adalah orang yang membuang limbah dari hasil produksi alkohol di salah satu (tempat) perajin alkohol di Polokarto.

Terkait dengan cara membuang limbah, tersangka menyedot limbah dari tempat produksi menggunakan alat bertenaga diesel.

"Barang bukti yang diamankan di antaranya dua unit mobil, dua tandon air kapasitas 1.000 liter, diesel, dan selang. Motifnya untuk butuh uang, untuk biaya hidup," ungkap Kapolres.

Baca Juga: Bupati Sragen Kecewa, Proyek Instalasi Oxygen Generator RSUD Rp 6,4 M Lamban

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 104 UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan atau Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3.000.000.000. (tiga miliar rupiah).

Di satu sisi, pihaknya meminta Pemerintah Daerah untuk pembangunan IPAL di wilayah Polokarto. Sehingga dengan prasarana yang memadai, diharapkan dapat mengakomodir home industri pengolahan alkohol.

"Jadi para pengrajin alkohol tidak membuang limbahnya sembarangan. Jadi selain penegakkan hukum, kami juga mengajukan solusi untuk permasalahan lingkungan. Jadi kita "kick and fix." **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Hasil Mukerda MUI Jateng Disosialisasikan di Klaten

Sabtu, 27 November 2021 | 21:15 WIB

Air Waduk Pidekso Wonogiri Naik 20 Cm/Hari

Rabu, 24 November 2021 | 15:25 WIB

Sekolah Sungai Klaten Gelar Diskusi dengan BBWSBS

Rabu, 24 November 2021 | 10:51 WIB

Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Terbakar

Selasa, 23 November 2021 | 13:52 WIB
X