Dampak Pandemi Covid-19. Dua Tahun Tak Tanggapan, Dalang Boyolali pun Ngamen

- Kamis, 23 September 2021 | 10:11 WIB
PENTAS: Dalang Ki Joko Sunarno beraksi saat ngamen di rumah Sumarno Lanjar warga Dukuh Dronco, Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk, Rabu (22/9/2021) sore.  (SMSolo/Joko Murdowo)
PENTAS: Dalang Ki Joko Sunarno beraksi saat ngamen di rumah Sumarno Lanjar warga Dukuh Dronco, Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk, Rabu (22/9/2021) sore. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pandemi Covid-19 terus dirasakan dampaknya oleh para dalang wayang kulit di Boyolali.

Mereka tak bisa pentas atau mendapat tanggapan sehingga tak mendapatkan pemasukan.

Kondisi tersebut memaksa mereka untuk putar haluan dengan cara aktif mendekati masyarakat agar nanggap pentas wayang.

Baca Juga: 'Dalang Setan' Ki Manteb Sudharsono Meninggal Dunia: Jebul Abis Wayangan..

Jadilah, sejumlah dalang turun untuk ngamen.

Mereka pentas dari rumah ke rumah untuk pentas climen atau singkat durasi satu hingga tiga jam.

Seperti terlihat di rumah Sumarno Lanjar (65) warga Dukuh Dronco, Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk pada Rabu (22/9/2021) sore.

Pentas wayang climen digelar di teras rumah.

Baca Juga: Terpuruk Dua Tahun Tak Bisa Pentas, Dalang Jual Wayang dan Gamelan di Pinggir Jalan Ngemplak-Boyolali

Pentas berdurasi satu jam itu mengambil lakon Wahyu Makutharama.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:50 WIB

10 Pedagang Makanan di Klaten Tertipu Pesanan Palsu

Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:12 WIB

Mahasiswa Asing Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:52 WIB
X